Hadis
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْكَبَائِرِ، قَالَ: «الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَشَهَادَةُ الزُّورِ». تَابَعَهُ غُنْدَرٌ وَأَبُو عَامِرٍ وَبَهْزٌ وَعَبْدُ الصَّمَدِ عَنْ شُعْبَةَ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ : ٢٥١٠)[1]
Terjemahan
Hadis dari Anas RA, ia berkata: Nabi SAW pernah ditanya tentang dosa-dosa besar, maka beliau bersabda bahwa dosa besar itu adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan (kesaksian palsu). Dan riwayat ini juga diikuti oleh Gundar, Abu ‘Amir, Bahz, dan ‘Abdush Shamad dari Syu‘bah. (HR al-Bukhari 2510)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang beberapa dosa besar (al-kabā’ir) yang sangat dilarang dalam Islam. Ketika Nabi SAW ditanya mengenai dosa-dosa besar, beliau menyebutkan di antaranya adalah menyekutukan Allah (syirik), durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan memberikan kesaksian palsu. Dari hadis ini dapat dipahami bahwa pembunuhan termasuk salah satu dosa besar yang kedudukannya sangat serius di sisi Allah SWT, sejajar dengan dosa-dosa besar lainnya yang merusak hubungan manusia dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga jiwa manusia merupakan perkara yang sangat penting dalam ajaran Islam. Hadis ini juga menegaskan bahwa dosa besar tidak hanya berkaitan dengan ibadah kepada Allah, tetapi juga mencakup hubungan sosial, seperti berbakti kepada orang tua, menjaga kejujuran, dan tidak merugikan orang lain.
Referensi
- Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami‘ al-Musnad as-Shahih, Kitab al-Adab, Bab Uquq al-Walidain min al-Kaba’ir, no hadis 2510, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), h. 939.
Komentar 0