40 HADIS QISAS

DHT

Selamat Datang

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang kami ucapkan kepada para pembaca dalam tulisan yang berjudul “Hadis Digital” ini. Kehadiran Anda dalam membaca karya ini merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi penulis. Di era digital seperti saat ini, akses terhadap ilmu pengetahuan, termasuk hadis-hadis Nabi Muhammad saw., menjadi semakin mudah dan cepat. Oleh karena itu, tulisan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menambah wawasan serta pemahaman kita tentang bagaimana memanfaatkan teknologi digital dalam mempelajari dan menyebarkan hadis secara bijak dan bertanggung jawab. Kami berharap pembaca dapat memperoleh manfaat, inspirasi, serta pengetahuan baru dari tulisan ini. Semoga kehadiran karya sederhana ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kecintaan kita terhadap sunnah Rasulullah saw. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tentang Penulis

pahrulhajinst

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS QISAS

Penyusun: pahrulhajinst

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Saling Membunuh Sesama Muslim

Disusun oleh: pahrulhajinst (@pahrulhajinst) · Bagian dari 40 HADIS QISAS

Hadis

عَنْ جَرِيرٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ: «اسْتَنْصِتِ النَّاسَ». فَقَالَ: «لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ». (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ : ١٢١)[1] 

Terjemahan

Hadis dari Abu Zur‘ah, dari Jarir RA, bahwa Nabi SAW  bersabda kepadanya pada Haji Wada’: “Mintalah agar manusia diam.” Lalu beliau bersabda: “Janganlah kalian kembali setelahku menjadi orang-orang kafir dengan saling membunuh sebagian kalian terhadap sebagian yang lain.” (HR  al-Bukhari  121)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan pesan penting Rasulullah SAW  dalam Haji Wada’ yang berisi larangan keras terhadap pertumpahan darah di antara sesama Muslim. Beliau memerintahkan agar manusia didiamkan terlebih dahulu, kemudian menyampaikan peringatan agar umat Islam tidak kembali menjadi seperti orang-orang kafir dengan cara saling membunuh satu sama lain setelah beliau wafat. Dari hadis ini dapat dipahami bahwa perpecahan dan pertumpahan darah antar sesama Muslim merupakan perbuatan yang sangat tercela dan bertentangan dengan ajaran Islam. Rasulullah SAW  menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, persatuan, dan keamanan di antara kaum Muslimin agar tidak terjerumus dalam keburukan yang dapat merusak tatanan umat. Hadis ini juga menunjukkan bahwa menjaga nyawa manusia dan menghindari konflik yang menyebabkan pembunuhan adalah bagian dari ajaran utama Islam, terutama dalam menjaga kehormatan dan kesucian darah sesama Muslim.

Referensi

  1. Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami‘ al-Musnad as-Shahih, Kitab al-Ilm, Bab al-Inshat lil Ulama’, no hadis 121,  (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), h. 56.


Komentar 0