40 HADIS QISAS

DHT

Selamat Datang

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang kami ucapkan kepada para pembaca dalam tulisan yang berjudul “Hadis Digital” ini. Kehadiran Anda dalam membaca karya ini merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi penulis. Di era digital seperti saat ini, akses terhadap ilmu pengetahuan, termasuk hadis-hadis Nabi Muhammad saw., menjadi semakin mudah dan cepat. Oleh karena itu, tulisan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menambah wawasan serta pemahaman kita tentang bagaimana memanfaatkan teknologi digital dalam mempelajari dan menyebarkan hadis secara bijak dan bertanggung jawab. Kami berharap pembaca dapat memperoleh manfaat, inspirasi, serta pengetahuan baru dari tulisan ini. Semoga kehadiran karya sederhana ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kecintaan kita terhadap sunnah Rasulullah saw. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tentang Penulis

pahrulhajinst

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS QISAS

Penyusun: pahrulhajinst

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Ancaman Keras bagi Pembunuh Orang Mu'ahad.

Disusun oleh: pahrulhajinst (@pahrulhajinst) · Bagian dari 40 HADIS QISAS

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قَتَلَ مُعَاهِدًا لَهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَذِمَّةُ رَسُولِهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا». (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ : ٢٧٨٩)[1] 

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, dari Nabi SAW, beliau bersabda bahwa barang siapa membunuh seorang mu‘ahad yang memiliki jaminan perlindungan dari Allah dan Rasul-Nya, maka ia tidak akan mencium bau surga, padahal bau surga itu dapat tercium dari perjalanan tujuh puluh tahun. (HR. Ibnu Majah no. 2789)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan larangan yang sangat keras dalam Islam terhadap tindakan membunuh seorang mu‘ahad, yaitu orang non-Muslim yang berada dalam perjanjian damai dan mendapatkan jaminan keamanan dari kaum Muslimin. Rasulullah SAW  menegaskan bahwa siapa pun yang membunuh mu‘ahad yang memiliki perlindungan dari Allah dan Rasul-Nya akan mendapatkan ancaman berat, yaitu tidak akan mencium bau surga, meskipun bau surga itu dapat tercium dari jarak perjalanan yang sangat jauh. Hadis ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi prinsip keadilan, keamanan, dan pemenuhan janji. Perlindungan terhadap jiwa manusia tidak hanya berlaku bagi sesama Muslim, tetapi juga mencakup orang-orang yang hidup dalam perjanjian damai dengan umat Islam. Selain itu, hadis ini juga menjadi peringatan keras agar setiap Muslim tidak melanggar kesepakatan dan tidak melakukan kezaliman terhadap pihak yang telah diberikan jaminan keamanan. Tindakan tersebut dipandang sebagai dosa besar yang memiliki konsekuensi sangat berat di sisi Allah SWT.

Referensi

  1. Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami‘ al-Musnad as-Shahih, Kitab al-Jizyah wa al-Muwada‘ah, Bab Itsm Man Qatala Mu‘ahadan bi Ghair Jurm, no hadis 2995,(Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), h. 263.

Komentar 0