Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّمَاءِ». (رَوَاهُ البُخَارِيُّ: ٦٤٧١)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda bahwa perkara pertama yang diputuskan di antara manusia adalah dalam urusan darah. (HR Shahih al-Bukhari 6471)
Isi Kandungan
Hadis yang diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari ini menjelaskan betapa besarnya dosa yang berkaitan dengan pertumpahan darah dan pembunuhan dalam Islam. Rasulullah SAW menyatakan bahwa perkara pertama yang akan diputuskan di antara manusia pada hari kiamat adalah urusan darah, yaitu segala bentuk pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia secara zalim. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga jiwa manusia memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam syariat Islam. Para ulama menjelaskan bahwa didahulukannya perkara darah dalam hisab akhirat menunjukkan beratnya tanggung jawab seseorang terhadap hak hidup orang lain. Pembunuhan termasuk dosa besar karena tidak hanya melanggar hak Allah, tetapi juga merampas hak manusia yang sangat mendasar. Oleh sebab itu, Islam memberikan ancaman keras terhadap pelaku pembunuhan dan menetapkan hukum qiṣāṣ sebagai bentuk perlindungan terhadap kehidupan manusia serta pencegahan dari tindak kejahatan. Hadis ini juga menjadi peringatan agar manusia berhati-hati dalam menjaga lisan, tindakan, dan permusuhan yang dapat menjerumuskan pada kekerasan atau pembunuhan. Pertanggungjawaban di akhirat tidak akan terlepas begitu saja meskipun pelaku mungkin lolos dari hukuman di dunia. Karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga keamanan, perdamaian, dan penghormatan terhadap nyawa sesama manusia. Dengan demikian, hadis ini mengandung pelajaran bahwa hak hidup manusia merupakan amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban pertama kali di hadapan Allah pada hari kiamat.
Referensi
- Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam wa Sunanih wa Ayyamih, Kitab Diyat, Bab Qaulillah Ta‘ala “Wa Idza al-Mawudatu Su’ilat”, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), h. 429.
Komentar 0