40 HADIS MENJAGA LISAN

DHT

Assalamu'alaikum,Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis menjaga Lisan

Aplikasi Menjaga lisan adalah aplikasi edukasi yang membantu pengguna memahami pentingnya menjaga ucapan sesuai ajaran Islam. Aplikasi ini berisi hadis-hadis tentang menjaga lisan, penjelasan kandungan hadis, tips berbicara yang baik, serta pengingat untuk menghindari perkataan buruk seperti ghibah, fitnah, dan dusta. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat meningkatkan akhlak dan membiasakan diri untuk berkata baik atau diam.

Foto Yusra Muhammad Hafiz

Tentang Penulis

Yusra Muhammad Hafiz

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS MENJAGA LISAN

Penyusun: Yusra Muhammad Hafiz

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis Tentang Bahaya Perkataan Keji

Disusun oleh: Yusra Muhammad Hafiz (@yusrahafiz103) · Bagian dari 40 HADIS MENJAGA LISAN

Hadis

عَنْ ئِشَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ نُمَيْرٍ كُلُّهُمْ عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ،  وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ وَهُوَ ابْنُ عُيَيْنَةَ - عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ سَمِعَ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ يَقُولُ حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ، أَنَّ رَجُلاً اسْتَأْذَنَ عَلَى النَّبِيِّ فَقَالَ  ائْذَنُوا لَهُ فَلَبِئْسَ ابْنُ الْعَشِيرَةِ أَوْ بِئْسَ رَجُلُ الْعَشِيرَةِ فَلَمَّا دَخَلَ عَلَيْهِ أَلاَنَ لَهُ الْقَوْلَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْتَ لَهُ الَّذِي قُلْتَ ثُمَّ أَلَنْتَ لَهُ الْقَوْلَ قَالَ ‏"‏ يَا عَائِشَةُ إِنَّ شَرَّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ وَدَعَهُ أَوْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ  وَرَوَاهُ مُسْلِمٌ(٢٥٩١)

Terjemahan

Dari Aisyah binti Abu Bakar RA , ia berkata: Seorang laki-laki meminta izin untuk menemui Nabi SAW  Maka beliau bersabda,  Izinkanlah dia masuk. Sungguh, dia adalah seburuk-buruk orang dalam kaumnya, atau beliau bersabda, Dia adalah seburuk-buruk lelaki dalam kaumnya. Ketika orang itu masuk, Nabi  berbicara kepadanya dengan lemah lembut dan ramah.Maka Aisyah binti Abu Bakar berkata RA , Wahai Rasulullah SAW , tadi engkau mengatakan tentang dirinya apa yang telah engkau katakan, tetapi ketika ia masuk engkau berbicara dengan lembut kepadanya. Beliau bersabda: Wahai Aisyah, sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah orang yang dijauhi atau ditinggalkan oleh manusia karena takut terhadap kekasaran dan keburukan lisannya.(HR Muslim No 2591)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga akhlak, terutama dalam bertutur kata dan berinteraksi dengan sesama. Rasulullah SAW  menjelaskan bahwa orang yang memiliki ucapan kasar, menyakitkan, dan perilaku buruk akan dijauhi oleh orang lain karena mereka khawatir terhadap gangguan yang ditimbulkannya. Keadaan tersebut menunjukkan buruknya akhlak seseorang dan menjadi sebab rendahnya kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat.
Hadis ini juga menunjukkan kebijaksanaan Rasulullah  dalam berdakwah dan bermuamalah. Meskipun beliau mengetahui buruknya perangai seseorang, beliau tetap menyambutnya dengan tutur kata yang lembut. Sikap tersebut bukan berarti membenarkan keburukannya, melainkan sebagai bentuk kebijaksanaan untuk menghindari permusuhan dan menjaga kemaslahatan.Selain itu, hadis ini menegaskan bahwa seorang Muslim hendaknya memiliki akhlak yang mulia, berbicara dengan sopan, serta menghindari perkataan yang kasar atau menyakiti orang lain. Akhlak yang baik akan mendatangkan penghormatan dan kasih sayang dari sesama manusia, sedangkan akhlak yang buruk akan menyebabkan seseorang dijauhi oleh masyarakat dan mendapatkan celaan di sisi Allah Swt. Dengan demikian, hadis ini menjadi pedoman bagi setiap Muslim untuk senantiasa menjaga lisan, memperbaiki akhlak, dan bersikap bijaksana dalam bergaul dengan orang lain sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan penuh kasih sayang.

Referensi

1.Sahih Muslim, Kitāb al-Birr wa al-Ṣilah wa al-Ādāb, Bab Mā yajūzu min ightiyāb ahl al-fasād wa al-rīb, hadis No. 2591.

Komentar 0