(Hadis tentang Larangan Mengucapkan Perkataan Buruk kepada Orang Lain
Hadis
عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عَمۡرٍو رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ إِنَّ مِنۡ أَكۡبَرِ الۡكَبَائِرِ أَنۡ يَلۡعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيۡهِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ وَكَيۡفَ يَلۡعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيۡهِ قَالَ يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ، وَيَسُبُّ الآخَرُونَ) ( رواه البخاري ) (٥٩٧٣)
Terjemahan
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash RA , ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya termasuk dosa besar yang paling besar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya. Ditanyakan kepada beliau, Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin seseorang melaknat kedua orang tuanya Beliau menjawab, "Seseorang mencela ayah orang lain, lalu orang tersebut mencela ayahnya; dan ia mencela ibu orang lain, lalu orang tersebut mencela orang lain{ HR Bukhari No 5973 )
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa mencela atau menghina orang tua orang lain termasuk perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam, karena dapat menyebabkan orang tersebut membalas dengan mencela orang tua kita. Perbuatan seperti ini dianggap sebagai salah satu bentuk dosa besar karena menjadi sebab seseorang mendapatkan celaan terhadap kedua orang tuanya. Hadis ini juga mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan menghindari perkataan buruk kepada orang lain, terutama perkataan yang dapat menyakiti hati, merendahkan kehormatan, atau menimbulkan permusuhan. Selain itu, hadis ini menunjukkan bahwa seorang Muslim harus memiliki akhlak yang baik dalam berinteraksi dengan sesama, tidak membalas keburukan dengan keburukan, serta menjaga kehormatan diri dan keluarganya. Secara keseluruhan, hadis ini menegaskan bahwa ucapan yang buruk dapat membawa dampak dosa yang besar, sehingga setiap Muslim harus berhati-hati dalam berbicara dan selalu menggunakan perkataan yang baik.
Referensi
1.Sahih al-Bukhari, hadis no. 5973

Komentar 0