Hadis tentang Membiasakan Lisan Berdzikir kepada AllahSWT
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ، فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍأَتَشَبَّثُ بِهِ قَالَ لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ (رواهوأحمد)(١٧٦٨)
Terjemahan
Diriwayatkan dari Abdullah bin Busr RA : Seorang laki-laki berkata, Wahai Rasulullah, syariat Islam telah terasa terlalu banyak bagiku; sampaikanlah kepadaku sesuatu yang dapat aku pegang teguh." Beliau menjawab, "Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan zikir kepada Allah." (HR Ahmad No Hadis 17680)
Isi Kandungan Hadis
Anjuran untuk senantiasa berzikir kepada Allah. Rasulullah SAW memerintahkan agar seorang Muslim membiasakan lisannya mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik ketika berdiri, duduk, berjalan, maupun berbaring. Zikir merupakan amalan yang mudah tetapi sangat besar pahalanya. Meskipun ringan diucapkan, zikir memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan menjadi sebab bertambahnya keimanan serta pahala. Menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia dan dosa. Lisan yang dipenuhi dengan zikir akan terjaga dari ucapan yang dilarang, seperti dusta, ghibah menggunjing, namimah adu domba, fitnah, perkataan kotor, dan perkataan yang tidak bermanfaat. Zikir menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Dengan memperbanyak zikir, seorang hamba senantiasa mengingat Allah sehingga hatinya menjadi tenang, iman semakin kuat, dan hubungan dengan Allah semakin erat. Mendorong kebiasaan beramal saleh secara istiqamah. Ungkapan "hendaklah lisanmu senantiasa basah" menunjukkan anjuran untuk berzikir secara terus-menerus, bukan hanya pada waktu-waktu tertentu. Zikir merupakan salah satu ciri orang yang bertakwa. Orang yang senantiasa mengingat Allah akan lebih mudah menjaga akhlak, mengendalikan hawa nafsu, dan menjauhi perbuatan maksiat. Hadis ini menegaskan pentingnya menjaga lisan. Cara terbaik menjaga lisan adalah menyibukkannya dengan zikir, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan mengucapkan perkataan yang baik sehingga lisan menjadi sarana memperoleh rida Allah, bukan penyebab datangnya dosa.
Referensi
1.Fath al-Bari karya Ibn Hajar al-Asqalani, pada pembahasan hadis-hadis tentang zikir dan menjaga lisan

Komentar 0