Hadis tentang Menjaga Ucapan sebagai Tanda Keimanan
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ (رواه البخاري)(٦٠١٨)
Terjemahan
dari Abu Hurairah RA (bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya (HR al-Bukhori) (6018)
Isi Kandungan Hadis
Menjaga ucapan merupakan bukti keimanan. Rasulullah SAW mengaitkan keimanan kepada Allah dan hari akhir dengan kewajiban menjaga lisan. Seorang mukmin hendaknya hanya mengucapkan perkataan yang baik dan bermanfaat. Diam lebih baik daripada berkata buruk. Apabila seseorang tidak mampu mengucapkan perkataan yang benar, baik, dan bermanfaat, maka diam adalah pilihan yang lebih utama agar terhindar dari dosa. Lisan harus digunakan untuk menyebarkan kebaikan. Seorang Muslim dianjurkan menggunakan lisannya untuk berdakwah, memberikan nasihat, berzikir, membaca Al-Qur'an, mendoakan orang lain, serta menyampaikan ilmu yang bermanfaat. Larangan mengucapkan perkataan yang menyakiti orang lain. Hadis ini menjadi dasar larangan berdusta, menggunjing (ghibah), mengadu domba (namimah), mencaci maki, memfitnah, berkata kasar, dan segala bentuk ucapan yang merugikan orang lain.
Memuliakan tetangga merupakan bagian dari kesempurnaan iman. Seorang mukmin diperintahkan untuk menjaga hak-hak tetangganya, tidak mengganggu mereka, serta berbuat baik kepada mereka. Memuliakan tamu adalah akhlak seorang mukmin. Menghormati, menyambut, dan melayani tamu dengan baik merupakan salah satu tanda keimanan dan akhlak mulia yang diajarkan oleh Rasulullah SAW . Hadis ini mengajarkan hubungan antara iman dan akhlak. Keimanan yang benar tidak hanya tampak dalam ibadah kepada Allah, tetapi juga tercermin dalam ucapan yang baik dan perilaku yang mulia terhadap sesama manusia.
Menjaga lisan membawa keselamatan di dunia dan akhirat. Orang yang mampu menjaga lisannya akan lebih mudah menjaga kehormatan dirinya, memelihara hubungan baik dengan sesama, serta memperoleh keridaan Allah dan keselamatan pada hari kiamat.
Referensi
1.¹ Muhammad bin Ismā‘īl al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitab az-Zakāh, hadis no. 1417; Muslim bin al-Ḥajjāj, Ṣaḥīḥ Muslim, Kitab az-Zakāh, hadis no. 6018, dari Adi bin Hatim

Komentar 0