40 HADIS MENJAGA LISAN

DHT

Assalamu'alaikum,Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis menjaga Lisan

Aplikasi Menjaga lisan adalah aplikasi edukasi yang membantu pengguna memahami pentingnya menjaga ucapan sesuai ajaran Islam. Aplikasi ini berisi hadis-hadis tentang menjaga lisan, penjelasan kandungan hadis, tips berbicara yang baik, serta pengingat untuk menghindari perkataan buruk seperti ghibah, fitnah, dan dusta. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat meningkatkan akhlak dan membiasakan diri untuk berkata baik atau diam.

Foto Yusra Muhammad Hafiz

Tentang Penulis

Yusra Muhammad Hafiz

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS MENJAGA LISAN

Penyusun: Yusra Muhammad Hafiz

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Menjaga Lisan dari Dusta

Disusun oleh: Yusra Muhammad Hafiz (@yusrahafiz103) · Bagian dari 40 HADIS MENJAGA LISAN

Hadis

عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ (‏‏رَوَاهُ مُسْلِمٌ) ( ٥)

Terjemahan

Khubayb bin Abd ir-Rahman, dari Hafs bin Asim, dari Abi Hurayrah RA , ia berkata, Rasulullah SAW  bersabda: Cukuplah seseorang dianggap berdusta jika ia menceritakan segala yang ia dengar'.(HR Muslim No 5)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh menyampaikan setiap berita yang didengarnya tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya. Kebiasaan menyebarkan semua informasi secara sembarangan dapat menjadikan seseorang termasuk dalam golongan pendusta, meskipun ia tidak bermaksud berdusta, karena informasi yang disampaikan bisa saja mengandung kebohongan atau kesalahan. Oleh sebab itu, Islam memerintahkan umatnya untuk bersikap tabayyun , terutama sebelum menyebarkannya kepada orang lain. Hadis ini juga menegaskan pentingnya menjaga lisan dari ucapan yang tidak memiliki dasar yang benar, karena setiap perkataan akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT . Dalam kehidupan sehari-hari, hadis ini menjadi pedoman agar seorang muslim bijaksana dalam berbicara, tidak mudah mempercayai isu, gosip, atau berita yang belum jelas kebenarannya, serta hanya menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat. Dengan demikian, kehormatan individu, persatuan masyarakat, dan nilai kejujuran dapat terpelihara sesuai dengan ajaran Islam.

Referensi

1.Ṣaḥīḥ Muslim, Muqaddimah, Hadis No. 5

Komentar 0