Hadis tentang Menjaga Lisan dan Tangan Seorang Muslim
Hadis
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ) (١٠)
Terjemahan
Dari Abu Musa RA ia berkata: Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah SAW , Islam yang manakah yang paling utama Beliau menjawab, Yaitu orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya. (HR.al- Bukhori No. 10).
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menegaskan bahwa salah satu ciri utama seorang muslim yang baik adalah mampu menjaga lisannya dari perkataan yang menyakiti, seperti dusta, ghibah, fitnah, namimah, hinaan, dan ucapan kasar. Demikian pula, ia menjaga tangannya dari segala bentuk perbuatan zalim, seperti memukul, mencuri, merusak, atau menyakiti orang lain.Rasulullah SAW menjelaskan bahwa keutamaan Islam tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah ritual, tetapi juga dari akhlak mulia dan perilaku yang membawa keamanan serta kenyamanan bagi sesama muslim.Seorang muslim wajib menghindari segala bentuk gangguan, baik berupa ucapan maupun tindakan. Menyakiti orang lain merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan dapat merusak persaudaraan.Apabila setiap muslim menjaga lisan dan tangannya, maka akan tercipta kehidupan yang harmonis, penuh kasih sayang, saling menghormati, dan jauh dari permusuhan serta perselisihan.Lisan adalah nikmat Allah yang harus digunakan untuk berdzikir, membaca Al-Qur'an, menyampaikan kebenaran, memberi nasihat, dan berkata baik. Sebaliknya, lisan yang tidak dijaga dapat menjadi penyebab dosa dan kebinasaan.
Referensi
1.Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitāb al-Īmān, Bāb Ayyu al-Islām Afdhal, hadis No. 10.

Komentar 0