Hadis tentang Keberkahan Air dalam Thaharah
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا نَعُدُّ الآيَاتِ بَرَكَةً وَأَنْتُمْ تَعُدُّونَهَا تَخْوِيفًا ، كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِى سَفَرٍ فَقَلَّ الْمَاءُ فَقَالَ « اطْلُبُوا فَضْلَةً مِنْ مَاءٍ » . فَجَاءُوا بِإِنَاءٍ فِيهِ مَاءٌ قَلِيلٌ ، فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِى الإِنَاءِ ، ثُمَّ قَالَ « حَىَّ عَلَى الطَّهُورِ الْمُبَارَكِ ، وَالْبَرَكَةُ مِنَ اللَّهِ » فَلَقَدْ رَأَيْتُ الْمَاءَ يَنْبُعُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، وَلَقَدْ كُنَّا نَسْمَعُ تَسْبِيحَ الطَّعَامِ وَهْوَ يُؤْكَلُ (رواه البخارى: ٣٣٨٦)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah, ia berkata: kami bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, lalu air menjadi sedikit, maka Nabi bersabda: carilah sisa air, lalu mereka datang membawa sebuah bejana yang berisi air sedikit. Kemudian Nabi memasukkan tangannya ke dalam bejana tersebut, lalu ia bersabda: marilah menuju air wudhu yang penuh berkah, dan keberkahan itu dari Allah, maka sungguh aku melihat air memancar dari sela-sela jari-jari Rasulullah SAW, dan sungguh kami dahulu mendengar makanan bertasbih ketika sedang dimakan. (HR al-Bukhari: 3386)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan salah satu mukjizat besar Nabi Muhammad SAW, yaitu keluarnya air dari jari-jemari ia dalam kondisi kekurangan air. Peristiwa ini tidak hanya menjadi bukti kenabian, tetapi juga menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan pertolongan kepada hamba nya melalui cara yang luar biasa. Selain aspek mukjizat, hadis ini juga mengandung pelajaran tentang keberkahan (barakah). Air yang sedikit dapat menjadi cukup bahkan melimpah dengan izin Allah SWT, ini mengajarkan bahwa keberkahan tidak selalu diukur dari jumlah, tetapi dari nilai dan manfaat yang diberikan oleh Allah SWT.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami' al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah Sallallahu 'Alaihi wa Sallam wa Sunanih wa Ayyamih, bab 22, no hadis 3.386 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), juz 3, h. 881.

Komentar 0