Hadis tentang Fitrah sebagai Dasar Thaharah dalam Islam
Hadis
عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ " . قَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ . زَادَ قُتَيْبَةُ قَالَ وَكِيعٌ انْتِقَاصُ الْمَاءِ يَعْنِي الاِسْتِنْجَاءَ. (رواه مسلم: ٢٦١)[1]
Terjemahan
Hadis dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: sepuluh perkara termasuk fitrah: memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke hidung (istinsyaq), memotong kuku, mencuci ruas-ruas jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan beristinja’. Zakariya berkata: Mush’ab berkata: aku lupa yang kesepuluh, kecuali jika itu berkumur (madhmadah). Qutaibah menambahkan: Waki’ berkata: yang dimaksud mengurangi air adalah beristinja’. (HR Muslim: 261)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa menjaga kebersihan diri merupakan bagian dari fitrah manusia yang sesuai dengan ajaran Islam, dan banyak di antaranya berkaitan langsung dengan thaharah.
Selanjutnya, ajaran ini mencakup kebersihan tubuh secara menyeluruh, yang menjadi dasar dalam melaksanakan ibadah dengan baik dan benar.
Referensi
- Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi an- Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad as-Sahih al-Mukhtasar min as-Sunani bi Naql al-‘Adl ‘an al-‘Adl’an Rasulillah, (Dar al-Fikr, 2006), juz 1, bab 16, no hadis 261, h. 129.

Komentar 0