Hadis tentang Thaharah sebagai Setengah Iman
Hadis
عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآنِ - أَوْ تَمْلَأُ - مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو، فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا" (رواه مسلم:٢٢٣)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Malik al-Asy’ari, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: bersuci adalah setengah dari iman. Alhamdulillah dapat memenuhi timbangan amal. Subhanallah dan Alhamdulillah dapat memenuhi atau salah satunya dapat memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti keimanan, sabar adalah sinar, dan Al-Qur’an adalah hujjah pembela bagimu atau atasmu. Setiap manusia berpagi hari, maka ada yang menjual dirinya sehingga membebaskannya dari azab, atau membinasakannya. (HR Muslim: 223)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan kedudukan thaharah sebagai bagian fundamental dari keimanan seorang Muslim. Ungkapan (setengah dari iman) mengandung makna bahwa kebersihan lahir dan batin merupakan pilar utama dalam membangun keimanan yang sempurna. Thaharah tidak hanya terbatas pada kebersihan fisik seperti wudhu dan mandi, tetapi juga mencakup kebersihan hati dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, dan sombong. Hadis ini mengaitkan thaharah dengan berbagai amalan lain seperti dzikir, shalat, sedekah, dan sabar, yang semuanya merupakan manifestasi dari iman.
Referensi
- Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi an- Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad as-Sahih al-Mukhtasar min as-Sunani bi Naql al-‘Adl ‘an al-‘Adl’an Rasulillah, (Dar al-Fikr, 2006), juz 1, bab 1, no hadis 223, h. 119.

Komentar 0