40 HADIS SYIRIK

DHT

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis syirik. Semoga aplikasi ini menjadi wasilah untuk menambah ilmu yang bermanfaat, mengenali berbagai bentuk kesyirikan, serta menguatkan kita dalam menjaga kemurnian tauhid. Dan semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meneguhkan kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Foto AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

AHMAD IFANDI

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYIRIK

Penyusun: AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Bentuk Syirik dalam Memutarbalikkan Fakta lewat Ucapan

Disusun oleh: AHMAD IFANDI (@ahmadifandi_) · Bagian dari 40 HADIS SYIRIK

Hadis

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ: جَاءَ رَجُلَانِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَخَطَبَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا. (رواه البخاري: ٤٨٥١)[١]

Terjemahan

Hadis dari Zaid bin Aslam, ia berkata: aku mendengar Ibnu Umar berkata: dua orang lelaki datang dari arah timur lalu keduanya berpidato (dengan sangat memukau). Maka Nabi SAW bersabda: sesungguhnya di antara susunan kata-kata (penjelasan) itu benar-benar mengandung sihir. (HR al-Bukhari: 4851)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang pengaruh luar biasa dari retorika lisan atau kemampuan berbicara (al-Bayan) yang dapat memukau pendengarnya, di mana Rasulullah SAW mengumpamakannya seperti tindakan sihir. Penyamakan kemampuan bahasa yang berlebihan dengan sihir ini menjadi celah syirik tersembunyi (khafi) atau syirik asghar apabila keindahan kata-kata tersebut disalahgunakan untuk memutarbalikkan fakta, membenarkan yang salah, atau menyihir hati manusia agar kagum kepada selain Allah SWT. Melalui peristiwa datangnya dua orang yang ahli berpidato dari wilayah timur (Masyriq), hadis ini mengingatkan umat Islam agar tidak mudah terbuai oleh tipu daya ucapan yang memikat namun merusak akidah. Oleh karena itu, inti hadis ini memerintahkan kita untuk selalu menyandarkan kebenaran pada syariat Allah SWT, bukan pada keindahan keahlian biacara manusia yang berpotensi melalaikan tauhid.

Referensi

  1. Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab al-Nikah, Bab 47, Hadis nomor 4851, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 1312.

Komentar 0