40 HADIS SYIRIK

DHT

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis syirik. Semoga aplikasi ini menjadi wasilah untuk menambah ilmu yang bermanfaat, mengenali berbagai bentuk kesyirikan, serta menguatkan kita dalam menjaga kemurnian tauhid. Dan semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meneguhkan kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Foto AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

AHMAD IFANDI

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYIRIK

Penyusun: AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Balasan bagi Orang yang Tidak Berbuat Syirik

Disusun oleh: AHMAD IFANDI (@ahmadifandi_) · Bagian dari 40 HADIS SYIRIK

Hadis

سَمِعْتُ أَنَسًا قَالَ ذُكِرَ لِي أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِـمُعَاذٍ: مَنْ لَقِيَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ قَالَ: أَلَا أُبَشِّرُ النَّاسَ قَالَ: لَا، إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَتَّكِلُوا. (رواه البخارى: ١٢٩)[١]

Terjemahan

Aku mendengar Anas ibn Malik berkata: disebutkan kepadaku bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Mu‘adz: siapa yang berjumpa dengan Allah SWT dalam keadaan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Ia (Mu‘adz) berkata: tidakkah aku menyampaikan kabar gembira ini kepada manusia? Nabi SAW bersabda: tidak, sesungguhnya aku khawatir mereka akan menjadi malas. (HR al-Bukhari: 129)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam keadaan bertauhid dan tidak menyekutukan Allah SWT akan masuk surga. Namun, Rasulullah SAW melarang Mu’adz menyebarkan kabar tersebut karena khawatir umat menjadi malas beramal dan hanya bergantung pada keyakinan itu. Hadis ini menegaskan keseimbangan antara harapan akan rahmat Allah SWT dan kewajiban beramal saleh.

Referensi

  1. Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab al-Ilmu, Bab 49, Hadis nomor 129, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 45.

Komentar 0