40 HADIS SYIRIK

DHT

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis syirik. Semoga aplikasi ini menjadi wasilah untuk menambah ilmu yang bermanfaat, mengenali berbagai bentuk kesyirikan, serta menguatkan kita dalam menjaga kemurnian tauhid. Dan semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meneguhkan kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Foto AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

AHMAD IFANDI

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYIRIK

Penyusun: AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Syirik di Puncak Segala Dosa Besar

Disusun oleh: AHMAD IFANDI (@ahmadifandi_) · Bagian dari 40 HADIS SYIRIK

Hadis

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْكَبَائِرِ، قَالَ: الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَشَهَادَةُ الزُّورِ تَابَعَهُ غُنْدَرٌ وَأَبُو عَامِرٍ وَبَهْزٌ وَعَبْدُ الصَّمَدِ عَنْ شُعْبَةَ. (رواه البخاري: ٢٥١٠)[١]

Terjemahan

Hadis dari Anas RA, ia berkata: Nabi SAW pernah ditanya tentang dosa-dosa besar. Nabi SAW menjawab: yaitu menyekutukan Allah SWT, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan memberikan kesaksian palsu. Dan hadis ini juga diriwayatkan oleh Gundar, Abu ‘Amir, Bahz, dan ‘Abdush Shamad dari Syu‘bah. (HR al-Bukhari: 2510)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang empat dosa besar yang wajib dijauhi oleh setiap Muslim, yaitu syirik kepada Allah SWT, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa tanpa hak, dan memberikan kesaksian palsu. Syirik merupakan dosa terbesar karena menyekutukan Allah SWT, sedangkan durhaka kepada orang tua menunjukkan besarnya hak dan kedudukan mereka. Larangan membunuh bertujuan menjaga kesucian nyawa manusia, sementara kesaksian palsu dapat merusak keadilan dan merampas hak orang lain. Hadis ini juga diriwayatkan melalui jalur yang kuat dan sahih, sehingga keabsahannya sangat terjamin.

Referensi

  1. Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab Syahadat, Bab 10, Hadis nomor 2510, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 645.

Komentar 0