Hadis tentang Penghambaan kepada Harta sebagai Bentuk Syirik Tersembunyi
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ، إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ. (رواه البخاري: ٦٠٧١)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: celakalah hamba dinar, dirham, pakaian mewah dan khamisah. Jika ia diberi, ia ridha dan jika tidak diberi, ia tidak ridha. (HR al-Bukhari: 6071)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang ancaman kesengsaraan bagi orang-orang yang hatinya telah diperbudak oleh materi, harta, dan kemewahan duniawi. Rasulullah SAW menggunakan istilah celaka bagi para "hamba dinar, dirham, serta pakaian mewah" karena mereka telah terjebak ke dalam syirik khafi (syirik yang samar/tersembunyi). Tingkat keimanan, rida, dan amarah seseorang tidak lagi didasarkan karena Allah SWT, melainkan murni diukur dari ada atau tidaknya materi dunia yang mereka dapatkan. Pengagungan harta yang sampai mengendalikan hati dan mengalahkan ketaatan kepada agama disetarakan dengan bentuk penghambaan kepada selain Allah SWT, sehingga seorang Muslim wajib menjaga kemurnian tauhid dengan menjadikan dunia di tangannya, bukan di dalam hatinya.
Referensi
- Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab al-Riqaq, Bab 10, Hadis nomor 6071, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 1602.

Komentar 0