Hadis tentang Beramal Bukan karena Allah SWT Termasuk Syirik
Hadis
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَتَخَوَّفُ عَلَى أُمَّتِي الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، أَمَا إِنِّي لَسْتُ أَقُولُ يَعْبُدُونَ شَمْسًا وَلَا قَمَرًا وَلَا وَثَنًا، وَلَكِنْ أَعْمَالًا لِغَيْرِ اللَّهِ، وَشَهْوَةً خَفِيَّةً. (رواه ابن ماجه: ٤٣٤٥)[١]
Terjemahan
Hadis dari Syaddad bin Ausi berkata: Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah syirik kepada Allah SWT. Ketahuilah, aku tidak mengatakan bahwa mereka akan menyembah matahari, bulan, atau berhala, akan tetapi mereka melakukan amal untuk selain Allah SWT dan syahwat yang tersembunyi. (HR Ibnu Majah: 4345)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang kekhawatiran mendalam Rasulullah SAW terhadap bentuk penyimpangan iman yang bersifat halus dan tersembunyi di tengah umatnya. Nabi SAW menjelaskan bahwa ancaman terbesar bagi umat Islam bukanlah kembali kepada syirik yang tampak jelas seperti menyembah berhala atau benda-benda langit, melainkan syirik yang lebih samar dan sulit disadari. Syirik tersembunyi ini terjadi ketika seseorang beribadah tetapi niatnya tidak murni karena Allah SWT, misalnya ingin dipuji, diakui, atau mencari kepentingan duniawi. Selain itu, hadis ini juga memperingatkan tentang bahaya hawa nafsu yang tersembunyi dalam hati yang dapat mengalahkan keikhlasan dan ketaatan seseorang. Secara keseluruhan, hadis ini menegaskan pentingnya menjaga kemurnian niat, kewaspadaan terhadap penyakit hati, serta konsistensi dalam keikhlasan agar amal ibadah tidak rusak.
Referensi
- Abu `Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Kitab al-Zuhud, Bab 21, Hadis nomor 4345, (Al-Jubail: Dar al-Siddiq & Beirut: Muassasah al-Rayyan, 1431 H/2010 M), h. 688.

Komentar 0