Hadis tentang Syirik dengan Memakai Jimat, Mantra, dan Pelet
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ. قَالَتْ قُلْتُ لِمَ تَقُولُ هَذَا وَاللَّهِ لَقَدْ كَانَتْ عَيْنِى تَقْذِفُ وَكُنْتُ أَخْتَلِفُ إِلَى فُلاَنٍ الْيَهُودِىِّ يَرْقِينِى فَإِذَا رَقَانِى سَكَنَتْ. فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ إِنَّمَا ذَاكِ عَمَلُ الشَّيْطَانِ كَانَ يَنْخَسُهَا بِيَدِهِ فَإِذَا رَقَاهَا كَفَّ عَنْهَا إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكِ أَنْ تَقُولِى كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَذْهِبِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا. (رواه أبوداود: ٣٨٨٥)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah, ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya jampi-jampi (ruqyah yang syirik) jimat-jimat dan tiwalah (pelet) adalah kesyirikan. Zainab berkata: aku lalu bertanya, mengapa engkau berkata demikian? demi Allah SWT, mataku dahulu selalu berair. Lalu aku sering mendatangi si fulan, seorang Yahudi, untuk meruqyahku. Jika ia telah meruqyahku, maka rasa sakitnya mereda. Abdullah bin Mas'ud menjawab: sesungguhnya itu hanyalah perbuatan setan. Setan itulah yang menusuk matamu dengan tangannya. Jika orang Yahudi itu meruqyahmu, setan itu menahan tangannya. Padahal, cukuplah bagimu mengucapkan apa yang biasa diucapkan oleh Rasulullah SAW: hilangkanlah penyakit ini, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikit pun. (HR Abu Dawud: 3885)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang fatwa tegas Rasulullah SAW yang mengategorikan mantra-mantra bermasalah (ruqa), jimat penangkal bahaya (tama'im), dan pelet pengasihan (tiwalah) sebagai perbuatan syirik. Melalui dialog antara Sahabat Abdullah bin Mas'ud dan istrinya, hadis ini membongkar tipu daya setan yang sering kali membuat pengobatan syirik terlihat manjur dan berhasil menyembuhkan penyakit demi menyesatkan akidah manusia. Sembuhnya penyakit setelah menggunakan jimat atau mantra mistis bukanlah bukti kebenaran, melainkan tipuan setan yang berhenti mengganggu manusia begitu tujuannya untuk membuat manusia berbuat syirik tercapai. Oleh karena itu, inti hadis ini memerintahkan umat Islam untuk menutup celah syirik dalam pengobatan dengan hanya bertawakal kepada Allah SWT dan menggunakan doa-doa perlindungan yang syar'i, seperti membacakan rukyah yang bersumber dari sunnah Rasulullah SAW.
Referensi
- Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy`ats al-Sijistani, Sunan Abu Daud, Kitab al-Thibb, Bab 17, Hadis nomor 3885, (Kairo: Dar al-Ta`shil, 1436 H/2015 M), h, 817.

Komentar 0