Hadis tentang Larangan bagi Wanita untuk Berkabung (Ihdad) terhadap Jenazah
Hadis
عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ، قَالَتْ: لَمَّا جَاءَ نَعْيُ أَبِي سُفْيَانَ مِنَ الشَّأْمِ، دَعَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا بِصُفْرَةٍ فِي الْيَوْمِ الثَّالِثِ، فَمَسَحَتْ عَارِضَيْهَا وَذِرَاعَيْهَا، وَقَالَتْ: إِنِّي كُنْتُ عَنْ هَذَا لَغَنِيَّةً، لَوْلَا أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ، إِلَّا عَلَى زَوْجٍ، فَإِنَّهَا تُحِدُّ عَلَيْهِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا. (رواه البخاري: ١٢٢١)[1]
Terjemahan
Hadis dari Zainab binti Abi Salamah berkata: Ketika berita kematian Abu Sufyan datang dari Syam, Ummu Habibah RA meminta ṣufrah (sejenis wewangian atau pewarna kekuningan) pada hari ketiga. Kemudian beliau mengoleskannya pada kedua pipi dan kedua lengannya seraya berkata: sesungguhnya aku sebenarnya tidak membutuhkan hal ini, seandainya aku tidak mendengar Rasulullah SAW bersabda: tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berkabung terhadap orang yang meninggal lebih dari tiga hari, kecuali terhadap suaminya. Sesungguhnya ia berkabung atas suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (HR al-Bukhari: 1221)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan hukum ihdad (berkabung) bagi wanita ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Rasulullah SAW menetapkan bahwa seorang wanita yang beriman tidak boleh berkabung lebih dari tiga hari untuk selain suaminya. Hal ini menunjukkan adanya batasan yang jelas dalam Islam agar kesedihan tidak berlarut-larut dan tetap menjaga kehidupan sosial serta aktivitas sehari-hari.
Referensi
- Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi wa Sallam wa Sunanihi wa Ayyamih, Juz 1, h. 430.

Komentar 0