40 HADIS HIJRAH

DHT

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang, silakan telusuri aplikasi ini, semoga bermanfaat dan menambah ilmu.

Foto Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Habib Al Ruffi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HIJRAH

Penyusun: Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Hijrah Terakhir (Sebelum Kematian)

Disusun oleh: Habib Al Ruffi (@habibal_ruffi) · Bagian dari 40 HADIS HIJRAH

Hadis

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ ذَهَبٍ لَأَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَالِثٌ وَلَا يَمْلَأُ فَاهُ إِلَّا التُّرَابُ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ. (رواه الترمذي: ٢٣٣٧)[١] 

Terjemahan

Hadis dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah SAW bersabda: “andai anak Adam memiliki dua lembah emas, nicaya ia menginginkan lembah lagi dan tidak ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah dan Allah menerima taubat orang yang bertubat”. (HR al-Tirmidzi: 2337)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan sifat dasar manusia yang cenderung memiliki keinginan yang tidak pernah puas terhadap harta dan kenikmatan dunia. Rasulullah SAW menggambarkan bahwa jika seseorang memiliki dua lembah penuh emas, ia masih akan menginginkan lembah yang ketiga. Perumpamaan ini menunjukkan bahwa nafsu manusia terhadap kekayaan sering kali terus bertambah apabila tidak dikendalikan dengan iman dan rasa syukur. Hadis ini mengajarkan bahwa kecintaan yang berlebihan terhadap harta dapat membuat seseorang lalai dari tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu beribadah kepada Allah SWT. Harta merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berbuat kebaikan, bukan tujuan utama yang harus dikejar tanpa batas. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk bersikap qana'ah (merasa cukup) dan tidak diperbudak oleh keinginan duniawi. Selain itu, ungkapan "tidak ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah" mengingatkan bahwa pada akhirnya setiap manusia akan meninggal dunia dan dikuburkan di dalam tanah.

Referensi

  1. Abū ʿĪsā Muḥammad ibn ʿĪsā al-Tirmiżī, Sunan Tirmidzi. (Beirut: Dar al-Fikr, 1994). Juz 4, h. 569.

Komentar 0