40 HADIS HIJRAH

DHT

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang, silakan telusuri aplikasi ini, semoga bermanfaat dan menambah ilmu.

Foto Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Habib Al Ruffi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HIJRAH

Penyusun: Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Hijrah sebagai Jalan Keikhlasan dan Kepemimpinan yang Amanah

Disusun oleh: Habib Al Ruffi (@habibal_ruffi) · Bagian dari 40 HADIS HIJRAH

Hadis

عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ الْأَوْدِيِّ, قَالَ: رَأَيْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: « يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ, اذْهَبْ إِلَى أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَقُلْ: يَقْرَأُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ عَلَيْكِ السَّلَامَ, ثُمَّ اسْأَلْهَا أَنْ أُدْفَنَ مَعَ صَاحِبِي». قَالَتْ: «كُنْتُ أُرِيدُهُ لِنَفْسِي, فَلَأُوَثِّرَنَّهُ الْيَوْمَ عَلَى نَفْسِي». فَلَمَّا أَقْبَلَ قَالَ لَهُ: «مَا لَدَيْكِ؟» قَالَ: «أَذِنَتْ لَكَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ». قَالَ: «مَا كَانَ شَيْءٌ أَهَمَّ إِلَيَّ مِنْ ذَلِكَ الْمَضْجَعِ, فَإِذَا قَبَضْتُمُونِي فَاحْمِلُونِي ثُمَّ سَلِّمُوا, ثُمَّ قُولُوا: يَسْتَأْذِنُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ, فَإِنْ أَذِنَتْ لِي فَادْفِنُونِي, وَإِلَّا فَارْجِعُونِي إِلَى مَقَابِرِ الْمُسْلِمِينَ. إِنِّي لَا أَعْلَمُ أَحَدًا أَحَقَّ بِهَذَا الْأَمْرِ مِنْ هَؤُلَاءِ النَّفَرِ الَّذِينَ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَنْهُمْ رَاضٍ, فَمَنِ اسْتَخْلَفُوهُ بَعْدِي فَهُوَ الْخَلِيفَةُ فَاسْمَعُوا لَهُ وَأَطِيعُوا». فَسَمَّى عُثْمَانَ وَعَلِيًّا وَطَلْحَةَ وَالزُّبَيْرَ وَعَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ وَسَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ. وَدَخَلَ عَلَيْهِ شَابٌّ مِنَ الْأَنْصَارِ فَقَالَ: « أَبْشِرْ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ بِبُشْرَى اللَّهِ, كَانَ لَكَ مِنَ الْقَدَمِ فِي الْإِسْلَامِ مَا قَدْ عَلِمْتَ, ثُمَّ اسْتُخْلِفْتَ فَعَدَلْتَ, ثُمَّ الشَّهَادَةُ بَعْدَ هَذَا كُلِّهِ ». فَقَالَ: « لَيْتَنِي يَا ابْنَ أَخِي وَذَلِكَ كَفَافًا, لَا عَلِيَّ وَلَا لِي. أَوْصِي الْخَلِيفَةَ مِنْ بَعْدِي بِالْمُهَاجِرِينَ الْأَوَّلِينَ خَيْرًا, أَنْ يَعْرِفَ لَهُمْ حَقَّهُمْ, وَأَنْ يَحْفَظَ لَهُمْ حَرْمَتَهُمْ. وَأَوْصِي بِالْأَنْصَارِ خَيْرِ الَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ, أَنْ يَقْبَلَ مِنْ مُحْسِنِهِمْ وَيَعْفُوَ عَنْ مُسِيئِهِمْ. وَأَوْصِي بِذِمَّةِ اللَّهِ وَذِمَّةِ رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم, أَنْ يُوفَى لَهُمْ بِعَهْدِهِمْ, وَأَنْ يُقَاتِلَ مَنْ وَرَاءَهُمْ, وَأَنْ لَا يُكَلَّفُوا فَوْقَ طَاقَتِهِمْ ». (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ١٣٢٨)[١]

Terjemahan

Hadis dari Amr ibn Maymun al-Awdi, yang berkata: aku melihat Umar ibn al-Khattab, semoga Allah meridainya, yang berkata: “wahai Abdullah ibn Umar, pergilah kepada Ummul Mukminin, Aisyah, semoga Allah meridainya, dan katakan: Umar ibn al-Khattab menyampaikan salam kepadamu, lalu” mintalah kepadanya agar aku diizinkan dimakamkan bersama sahabatku.” Dia berkata, “aku menginginkannya untuk diriku sendiri, tetapi hari ini aku akan mengutamakannya daripada diriku.” Ketika dia mendekat, dia berkata kepadanya, “apa yang ingin kau katakan?” dia berkata, “dia telah mengizinkanmu, wahai Amirul Mukminin.” Dia berkata: “tidak ada yang lebih penting bagiku daripada tempat peristirahatan itu.” Maka ketika kalian membawaku, gendonglah aku dan sapa aku, lalu ucapkanlah: "Umar bin al-Khattab meminta izin". Jika dia memberi izin, maka kuburkan aku, jika tidak, kembalikan aku ke pemakaman muslim.” “Aku tidak mengenal siapa pun yang lebih berhak atas urusan ini selain orang-orang ini yang disayangi oleh Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam ketika beliau wafat. Siapa pun yang mereka tunjuk sebagai penggantiku adalah Khalifah, maka dengarkanlah dan taatilah dia.” Kemudian beliau menyebut nama Utsman, Ali, Talha, Zubayr, Abdullah bin Awf, dan Sa’d bin Abi Waqqas. Kemudian seorang pemuda dari kaum Ansar datang kepadanya dan berkata, “bergembiralah, wahai amirul mukminin, dengan kabar gembira dari Allah! engkau memiliki sejarah panjang dalam Islam, seperti yang engkau ketahui, kemudian engkau diangkat menjadi Khalifah dan memerintah dengan adil, dan sekarang syahid setelah semua ini.” Rasulallah SAW menjawab, “aku berharap, wahai keponakanku, ini sudah cukup, tidak menguntungkanku maupun merugikanku.” Aku menasihati Khalifah setelahku untuk memperlakukan kaum Muhajirin terdahulu dengan baik, mengakui hak-hak mereka, dan melindungi kesucian mereka. Dan aku menasihati kaum Ansar untuk memperlakukan dengan baik mereka yang menetap di kota dan memeluk agama Islam, menerima amal baik dari mereka yang berbuat baik dan memaafkan mereka yang berbuat salah. Dan aku memerintahkan kalian untuk menjunjung tinggi perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, agar perjanjian mereka terpenuhi, agar mereka yang berada di belakang mereka diperangi, dan agar mereka tidak dibebani melebihi kemampuan mereka”. (HR al- Bukhari: 1328)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menggambarkan sikap tawadhu' (rendah hati) dan kehati-hatian Khalifah Umar bin al-Khattab menjelang wafatnya. Meskipun ia merupakan seorang pemimpin besar umat Islam, ia tetap meminta izin kepada Aisyah binti Abu Bakar untuk dimakamkan di samping Nabi Muhammad dan Abu Bakar ash-Shiddiq. Hal ini menunjukkan pentingnya menghormati hak milik orang lain dan tidak memanfaatkan jabatan untuk memperoleh keistimewaan. Hadis ini juga menunjukkan sifat rendah hati Umar bin al-Khattab. Ketika seorang pemuda Anshar memuji jasa dan keutamaan beliau serta mengabarkan bahwa beliau akan memperoleh syahid, Umar tidak merasa bangga atau sombong. Sebaliknya, beliau berharap amal yang telah dilakukannya cukup menjadi bekal tanpa menanggung dosa. Sikap ini mengajarkan bahwa seorang mukmin hendaknya tidak merasa aman dari hisab Allah dan selalu bersikap rendah hati atas segala amal kebaikannya.

Referensi

  1.  Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2007), Cet. ke-5, Juz 1, h 469.


Komentar 0