Hadis tentang Keistimewaan Bacaan al-Qur’an pada Waktu Subuh
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ فَضْلُ صَلاَةِ الْجَمِيعِ عَلَى صَلاَةِ الْوَاحِدِ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ دَرَجَةً ، وَتَجْتَمِعُ مَلاَئِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةُ النَّهَارِ فِى صَلاَةِ الصُّبْحِ . يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ( وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (رواه البخاري:٤٧١٧) [1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Muhammad SAW, beliau bersabda Keutamaan salat berjamaah dibandingkan salat sendirian adalah dua puluh lima derajat. Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada salat Subuh.”Abu Hurairah berkata: “Bacalah jika kalian mau, Dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya bacaan pada waktu Subuh disaksikan (oleh para malaikat).( HR Bukhari )
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan keutamaan besar salat berjamaah dibandingkan salat sendirian, yaitu memperoleh pahala dua puluh lima derajat lebih tinggi. Muhammad SAW juga menerangkan bahwa pada waktu salat Subuh berkumpul Malaikat malam dan Malaikat siang untuk menyaksikan ibadah kaum muslimin. Oleh karena itu, salat Subuh memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu kemudian menguatkan hal tersebut dengan ayat al-Qur’an yang menjelaskan bahwa bacaan pada waktu Subuh disaksikan oleh para malaikat. Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga salat berjamaah, terutama salat Subuh, karena mengandung pahala, keberkahan, dan pengawasan langsung dari para malaikat.
Referensi
1.Shahih al-Bukhari, Kitab Tafsir al-Qur'an, Bab Tafsir Qaulih Ta'ala hadis no. 4717.

Komentar 0