Hadis tentang Mengucapkan Jawaban pada Ayat-ayat Tertentu Saat Membaca al-Qur’an
Hadis
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الزُّهْرِىُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِى إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ سَمِعْتُ أَعْرَابِيًّا يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ قَرَأَ مِنْكُمْ (وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ) فَانْتَهَى إِلَى آخِرِهَا (أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ) فَلْيَقُلْ بَلَى وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِينَ وَمَنْ قَرَأَ (لاَ أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ) فَانْتَهَى إِلَى ( أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِىَ الْمَوْتَى) فَلْيَقُلْ بَلَى وَمَنْ قَرَأَ (وَالْمُرْسَلاَتِ) فَبَلَغَ ( فَبِأَىِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ) فَلْيَقُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ . قَالَ إِسْمَاعِيلُ ذَهَبْتُ أُعِيدُ عَلَى الرَّجُلِ الأَعْرَابِىِّ وَأَنْظُرُ لَعَلَّهُ فَقَالَ يَا ابْنَ أَخِى أَتَظُنُّ أَنِّى لَمْ أَحْفَظْهُ لَقَدْ حَجَجْتُ سِتِّينَ حَجَّةً مَا مِنْهَا حَجَّةٌ إِلاَّ وَأَنَا أَعْرِفُ الْبَعِيرَ الَّذِى حَجَجْتُ عَلَيْهِ(رواه أبو داود:٨٨٧)[1]
Terjemahan
Hadis Abdullah bin Muhammad az-Zuhri telah menceritakan kepada kami, Sufyan telah menceritakan kepada kami, Ismail bin Umayyah telah menceritakan kepadaku, ia berkata: Aku mendengar seorang Arab Badui berkata: Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Muhammad Saw bersabda:Barang siapa di antara kalian membaca surah Wat-Tīni waz-Zaitūn lalu sampai pada akhir ayat ‘Bukankah Allah adalah Hakim yang paling adil?’ maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Benar, dan aku termasuk orang yang bersaksi atas itu dan siapa membaca surah Lā Uqsimu bi Yaumil Qiyāmah lalu sampai pada ayat ‘Bukankah Dia berkuasa untuk menghidupkan orang-orang mati?’ maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Benar.’Dan barang siapa membaca surah Wal-Mursalāt lalu sampai pada ayat ‘Maka kepada perkataan apakah selain al-Qur’an ini mereka akan beriman?’ maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Kami beriman kepada Allah.’”Ismail berkata: “Aku pergi untuk mengulangi hadis itu kepada orang Arab Badui tersebut dan memastikan hafalannya. Lalu ia berkata: ‘Wahai anak saudaraku, apakah engkau mengira aku tidak menghafalnya? Sungguh aku telah melaksanakan haji sebanyak enam puluh kali, dan tidak ada satu haji pun kecuali aku mengetahui unta yang aku tunggangi.( HR Abu Dawud )
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan Adab ketika membaca al-Qur’an, yaitu dianjurkan menjawab atau membenarkan ayat-ayat tertentu yang mengandung pertanyaan dan penegasan dari Allah. Muhammad SAW mengajarkan agar pembaca al-Qur’an ikut menghayati bacaan dengan mengucapkan jawaban seperti “Benar” atau “Kami beriman kepada Allah” sebagai bentuk pengakuan terhadap kebenaran ayat-ayat Allah. Hadis ini juga menunjukkan bahwa membaca al-Qur’an seharusnya dilakukan dengan tadabbur dan penghayatan, bukan sekadar membaca lafaznya saja. Selain itu, kisah orang Arab Badui dalam hadis ini menggambarkan kuatnya hafalan dan perhatian para ulama serta perawi hadis dalam menjaga dan memastikan keakuratan riwayat yang mereka sampaikan.
Referensi
1.Sunan Abi Dawud, Kitab al-Ṣalah, Bab Ma Yaqulu Ba'da Qira'at al-Qur'an, hadis no. 887.

Komentar 0