Hadis tentang Anjuran Membaca al-Qur’an dan Larangan Berselisih dalam Membacanya
Hadis
عَنْ جُنْدَبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اقْرَءُوا الْقُرْآنَ مَا ائْتَلَفَتْ قُلُوبُكُمْ فَإِذَا اخْتَلَفْتُمْ فَقُومُوا عَنْهُ(رواه البخاري:٧٣٦٤)[1]
Terjemahan
Hadis dari Jundub ibn Abd Allah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:Bacalah al-Qur’an selama hati kalian masih bersatu. Apabila kalian mulai berselisih, maka tinggalkanlah majelis itu.( HR. Bukhari )
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan ketika membaca serta mempelajari al-Qur’an.Nabi Muhammad SAW memerintahkan umat Islam untuk membaca al-Qur’an selama hati mereka tetap bersatu dan tidak menimbulkan pertengkaran. Namun apabila pembacaan atau pembahasan al-Qur’an menyebabkan perselisihan, perdebatan, dan permusuhan, maka lebih baik menghentikannya agar tidak menimbulkan keburukan yang lebih besar. Hadis ini juga mengajarkan bahwa tujuan utama al-Qur’an adalah membawa petunjuk, kedamaian, dan persatuan umat, bukan menjadi sebab perpecahan. Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk memahami al-Qur’an dengan sikap rendah hati, saling menghormati pendapat, dan menghindari perdebatan yang berlebihan.
Referensi
1.Shahih al-Bukhari, Kitab al-Iʿtiṣam bi al-Kitāb wa al-Sunnah, Bab Ma Yukrahu min al-Tanazuʿ wa al-Ikhtilaf fīial-Qur'an, hadis no. 7364.

Komentar 0