40 HADIS EKOTEOLOGI

DHT

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Allah SWT Melaknat Orang yang Menato Hewan

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم مَرَّ عَلَيْهِ حِمَارٌ قَدْ وُسِمَ فِى وَجْهِهِ فَقَالَ لَعَنَ اللَّهُ الَّذِى وَسَمَهُ. (رواه مسلم: ٥٦٧٤)[١] 

Terjemahan

Hadis dari Jabir bahwa seekor keledai yang di tato mukanya pernah lewat di hadapan Rasulullah SAW maka ia bersabda: Allah mengutuk orang yang mentatonya. (HR Muslim: 5674)

Isi Kandungan

Hadis ini menjelaskan tentang larangan menyakiti hewan dengan tindakan yang tidak perlu, seperti memberi tanda (wasm) di wajah yang menyebabkan penderitaan. Laknat yang disebutkan menegaskan bahwa perlakuan semena-mena terhadap hewan adalah perbuatan tercela. Ditinjau dalam perspektif ekoteologi, ini mengandung pesan bahwa hewan harus diperlakukan dengan penuh kasih dan penghormatan sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT, sehingga manusia tidak boleh menyiksa mereka, melainkan menjaga kesejahteraan dan keseimbangan hubungan dengan makhluk lain.

Referensi

  1. Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim,  (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 6, h. 163.

Komentar 0