40 HADIS EKOTEOLOGI

DHT

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Menahan Kelebihan Air

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  قَالَ لاَ يُمْنَعُ فَضْلُ الْمَاءِ لِيُمْنَعَ بِهِ الْكَلأُ. (رواه البخاري: ٢٣٥٣)[١] 

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: jangan menahan kelebihan air dengan maksud untuk menahan tumbuhnya tanaman. (HR al-Bukhari: 2353)

Isi Kandungan

Hadis ini menjelaskan tentang larangan menahan atau memonopoli kelebihan air karena dapat menghalangi keberlangsungan kehidupan makhluk lain, seperti tumbuhan dan hewan. Ditinjau berdasarkan perspektif ekoteologi, hal ini menunjukkan bahwa air merupakan sumber daya bersama yang harus dikelola secara adil dan berkelanjutan, bukan untuk kepentingan pribadi semata. Oleh karena itu, distribusi air yang merata menjadi bagian dari tanggung jawab moral manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menjamin keberlangsungan hidup seluruh makhluk.

Referensi

  1. Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari,  (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 8, h. 443.

Komentar 0