40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

DHT

Selamat Datang Diaplikasi 40 Hadis Berbakti kepada Orang Tua

Temukan cahaya ilmu dari hadis-hadis pilihan yang mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan.

Foto Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Muhammad Raiquri Hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Penyusun: Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Do’a Orang Tua Mustajab

Disusun oleh: Muhammad Raiquri Hsb (@Quri) · Bagian dari 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Hadis

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ». قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَى الْحَجَّاجُ الصَّوَّافُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِى كَثِيرٍ نَحْوَ حَدِيثِ هِشَامٍ. وَأَبُو جَعْفَرٍ الَّذِى رَوَى عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ يُقَالُ لَهُ أَبُو جَعْفَرٍ الْمُؤَذِّنُ وَلاَ نَعْرِفُ اسْمَهُ وَقَدْ رَوَى عَنْهُ يَحْيَى بْنُ أَبِى كَثِيرٍ غَيْرَ حَدِيثٍ. (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ: ٢٠٢٩)[1]

Terjemahan

“Hadis dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Terdapat tiga macam doa yang pasti dikabulkan tanpa keraguan, yaitu doa orang yang terzhalimi, doa musafir, dan doa orang tua terhadap anaknya, kemudian Abu Isa menyatakan bahwa Hajjaj Ash-Shawwaf meriwayatkan hadis tersebut dari Yahya bin Abu Katsir dengan riwayat yang serupa dengan riwayat Hisyam, serta Abu Ja‘far yang meriwayatkan dari Abu Hurairah dikenal dengan sebutan Abu Ja‘far Al-Muadzdzin meskipun namanya tidak diketahui secara pasti, dan Yahya bin Abu Katsir telah meriwayatkan darinya lebih dari satu hadis.” (HR al-Tirmidzi: 2029)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa doa orang tua sangat mudah dikabulkan oleh Allah SWT, sehingga anak harus menjaga hubungan baik agar mendapatkan doa kebaikan. Penyebutan doa orang tua bersamaan dengan doa orang yang terzhalimi dan doa musafir menunjukkan bahwa ketiganya memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT karena lahir dari kondisi hati yang tulus dan penuh harap. Doa orang tua kepada anaknya, baik doa kebaikan maupun doa keburukan, memiliki peluang besar untuk dikabulkan tanpa keraguan sedikit pun. Hal ini menjadi peringatan keras bagi setiap anak agar senantiasa menjaga sikap dan ucapannya supaya tidak memancing kemarahan atau kekecewaan orang tua yang dapat berujung pada doa buruk. Sebaliknya, seorang anak hendaknya berusaha membahagiakan orang tuanya agar senantiasa mendapatkan limpahan doa kebaikan dari mereka. Dengan memahami hadis ini, setiap muslim akan lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang tua dan senantiasa berusaha meraih keridhaan mereka.

Referensi

1. Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa bin Saurah al-Tirmidzi, Jami‘ al-Tirmidzi (Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, cet. ke-1, 1998), juz.7, h.354.

Komentar 0