Hadis tentang anjuran untuk Bersedekah
Hadis
حَدَّثَنَا أَيُّوبُ قَالَ سَمِعْتُ عَطَاءً قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ أَشْهَدُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَصَلَّى قَبْلَ الْخُطْبَةِ قَالَ ثُمَّ خَطَبَ فَرَأَى أَنَّهُ لَمْ يُسْمِعِ النِّسَاءَ فَأَتَاهُنَّ فَذَكَّرَهُنَّ وَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ وَبِلاَلٌ قَائِلٌ بِثَوْبِهِ فَجَعَلَتِ الْمَرْأَةُ تُلْقِى الْخَاتَمَ وَالْخُرْصَ وَالشَّىْءَ (رواه مسلم: ٢٠٨٢)[1]
Terjemahan
Ayyub menceritakan kepada kami ia berkata: saya mendengar Atha` berkata: saya mendengar Ibnu Abbas berkata: "Saya menyaksikan Rasulullah SAW shalat Ied terlebih dahulu sebelum berkhutbah. Setelah menyampaikan khutbah beliau mengira bahwa kaum wanita belum mendengarnya, maka beliau pun mendatangi mereka dan mengingatkan mereka, memberi nasehat serta memerintahkan mereka untuk bersedekah, sementara Bilal membentangkan kainnya. Akhirnya kaum wanita pun meletakkan cincin dan kalung-kalung mereka (di atas hamparan kain Bilal)." (HR Muslim: 2082)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini memberikan gambaran yang sangat indah mengenai perhatian Rasulullah SAW terhadap pendidikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum wanita. Pesan utamanya menonjolkan sikap beliau sebagai pemimpin yang inklusif, di mana setelah melaksanakan salat Id dan memberikan khutbah secara umum, beliau menyempatkan diri secara khusus untuk mendatangi jamaah wanita guna memastikan bahwa pesan-pesan keagamaan dan nasihat moral sampai kepada mereka dengan jelas. Hal ini menunjukkan bahwa dalam Islam, akses terhadap ilmu dan bimbingan spiritual adalah hak setiap orang tanpa kecuali.
Pesan mendalam lainnya berkaitan dengan semangat kedermawanan dan respons cepat terhadap kebaikan. Ketika Rasulullah SAW memotivasi kaum wanita untuk bersedekah, mereka menunjukkan kepatuhan dan keikhlasan yang luar biasa dengan menyumbangkan perhiasan berharga mereka seperti cincin dan kalung di atas kain yang dibentangkan oleh Bilal. Tindakan ini mencerminkan betapa kuatnya iman para sahabiyah pada masa itu, di mana mereka tidak ragu melepaskan perhiasan duniawi demi meraih pahala di akhirat dan membantu sesama yang membutuhkan.
Referensi
- Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi, Al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar Min as-Sunan bi Naql al-'Adl 'an al-'Adl Ila Rasulillah Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam, (Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1991). Juz 3. h. 18.

Komentar 0