40 HADIS WUDHU

DHT

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Melalui aplikasi ini, Anda dapat membaca kumpulan hadis tentang wudhu beserta teks Arab, terjemahan, dan penjelasannya sehingga lebih mudah memahami tata cara Bewudhu sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Semoga aplikasi ini menjadi sarana untuk menambah ilmu, memperbaiki ibadah, dan meningkatkan kualitas wudhu dalam kehidupan sehari-hari.Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dalam mengamalkan ilmu yang dipelajari dan menjadikan setiap langkah menuju kebaikan.

Foto AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

AHMAD HUSEIN hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS WUDHU

Penyusun: AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang menyela-nyela jari kaki ketika Berwudhu

Disusun oleh: AHMAD HUSEIN hsb (@ahmadhusein) · Bagian dari 40 HADIS WUDHU

Hadis 

عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ لَقِيطِ بْنِ صَبْرَةَ قَالَ كُنْتُ وَافِدَ بَنِى الْمُنْتَفِقِ - أَوْ فِى وَفْدِ بَنِى الْمُنْتَفِقِ - إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ فَلَمَّا قَدِمْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَلَمْ نُصَادِفْهُ فِى مَنْزِلِهِ وَصَادَفْنَا عَائِشَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَ فَأَمَرَتْ لَنَا بِخَزِيرَةٍ فَصُنِعَتْ لَنَا قَالَ وَأُتِينَا بِقِنَاعٍ - وَلَمْ يَقُلْ قُتَيْبَةُ الْقِنَاعَ وَالْقِنَاعُ الطَّبَقُ فِيهِ تَمْرٌ - ثُمَّ جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « هَلْ أَصَبْتُمْ شَيْئًا أَوْ أُمِرَ لَكُمْ بِشَىْءٍ ». قَالَ قُلْنَا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ فَبَيْنَا نَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جُلُوسٌ إِذْ دَفَعَ الرَّاعِى غَنَمَهُ إِلَى الْمُرَاحِ وَمَعَهُ سَخْلَةٌ تَيْعَرُ فَقَالَ « مَا وَلَّدْتَ يَا فُلاَنُ ». قَالَ بَهْمَةً. قَالَ فَاذْبَحْ لَنَا مَكَانَهَا شَاةً. ثُمَّ قَالَ لاَ تَحْسِبَنَّ - وَلَمْ يَقُلْ لاَ تَحْسَبَنَّ - أَنَّا مِنْ أَجْلِكَ ذَبَحْنَاهَا لَنَا غَنَمٌ مِائَةٌ لاَ نُرِيدُ أَنْ تَزِيدَ فَإِذَا وَلَّدَ الرَّاعِى بَهْمَةً ذَبَحْنَا مَكَانَهَا شَاةً. قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِى امْرَأَةً وَإِنَّ فِى لِسَانِهَا شَيْئًا يَعْنِى الْبَذَاءَ. قَالَ « فَطَلِّقْهَا إِذًا ». قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لَهَا صُحْبَةً وَلِى مِنْهَا وَلَدٌ. قَالَ « فَمُرْهَا - يَقُولُ عِظْهَا - فَإِنْ يَكُ فِيهَا خَيْرٌ فَسَتَفْعَلُ وَلاَ تَضْرِبْ ظَعِينَتَكَ كَضَرْبِكَ أُمَيَّتَكَ ». فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِى عَنِ الْوُضُوءِ. قَالَ « أَسْبِغِ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ الأَصَابِعِ وَبَالِغْ فِى الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا ».(رَوَاهُ اَبِي دَاوُدْ:١٩٨)[١]

Terjemahan

Hadis dari Ismail bin Katsir telah menceritakan kepada kami, dari Ashim bin Laqith bin Shabrah, dari ayahnya, Laqith bin Shabrah, ia berkata: Aku adalah utusan Bani al-Muntafiq atau termasuk dalam rombongan utusan Bani al-Muntafiq yang datang kepada Rasulullah saw. Ketika kami tiba di rumah Rasulullah saw, kami tidak menjumpai beliau, tetapi kami bertemu dengan Aisyah Ummul Mukminin. Lalu beliau memerintahkan agar dibuatkan untuk kami makanan khazirah. Kemudian dihidangkan pula kepada kami sebuah nampan berisi kurma.
Setelah itu Rasulullah SAW datang dan bertanya: apakah kalian sudah mendapatkan sesuatu, atau telah disiapkan sesuatu untuk kalian? Kami menjawab, ‘Ya, wahai Rasulullah.’ Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seorang penggembala menggiring kambing-kambingnya ke kandang, dan bersamanya ada seekor anak kambing yang mengembik. Rasulullah saw bertanya: apa yang baru dilahirkan, wahai fulan? Ia menjawab, Seekor anak kambing.’Beliau bersabda: sembelihlah seekor kambing untuk kami sebagai gantinya.’ Kemudian beliau bersabda: Jangan engkau mengira bahwa kami menyembelih kambing itu karena dirimu. Kami mempunyai seratus ekor kambing dan kami tidak ingin jumlahnya bertambah. Maka apabila penggembala melahirkan seekor anak kambing, kami menyembelih seekor kambing sebagai gantinya. aku berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai seorang istri, dan pada lisannya ada sesuatu, maksudnya suka berkata kasar.
Nabi SAW bersabda:  Kalau begitu, ceraikanlah dia. Aku berkata: Wahai Rasulullah, aku sudah lama hidup bersamanya dan aku mempunyai anak darinya. Nabi SAW bersabda:‘Perintahkanlah dia, maksudnya nasihatilah dia. Jika ada kebaikan padanya, maka ia akan berubah. Dan janganlah engkau memukul istrimu seperti engkau memukul budak perempuanmu.’ Lalu aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang wudhu. Nabi SAW bersabda: ‘Sempurnakanlah wudhu, sela-selailah jari-jari, dan bersungguh-sungguhlah dalam menghirup air ke hidung, kecuali jika engkau sedang berpuasa.(HR. Abi dawud No: 198)

Isi Kandungan Hadis

Hadis panjang yang diriwayatkan oleh Laqith bin Shabrah ra ini mengandung beragam dimensi ajaran Islam, mulai dari etika sosial, manajemen rumah tangga, hingga detail teknis ibadah wudhu. Dalam aspek sosial, hadis ini menunjukkan keagungan akhlak Rasulullah SAW dan Aisyah ra dalam memuliakan tamu dengan segera menghidangkan makanan. Terkait hubungan suami istri, Rasulullah SAW memberikan solusi bertahap dalam menghadapi pasangan yang manisai buruk; mulai dari saran perceraian jika sudah tidak terganggu, hingga pemberian nasihat yang baik jika masih ada ikatan anak dan kasih sayang, dengan penekanan keras agar suami tidak melakukan kekerasan fisik (memukul). Hal ini menegaskan kedudukan mulia seorang istri yang harus diperlakukan dengan penuh hormat dan kasih sayang, jauh berbeda dengan perlakuan terhadap budak di masa itu.

Referensi

1. Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats, Sunan Abi Dawud , Kitab al-Thaharah, Bab fi al-Madhmadha wa al-Istinsyaq, No.198.

Komentar 0