Hadis tentang Mencuci Tangan hingga Siku Ketika Berwudhu
Hadis
عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ حُمْرَانَ: رَأَيْتُ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَوَضَّأَ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ثَلَاثًا، ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثًا، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى ثَلَاثًا، ثُمَّ الْيُسْرَى ثَلَاثًا، ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا، ثُمَّ قَالَ: مَنْ تَوَضَّأَ وُضُوئِي هَذَا، ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ نَفْسَهُ فِيهِمَا بِشَيْءٍ، إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ».
(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ:١٥٨)[١]
(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ:١٥٨)[١]
Terjemahan
Hadis dari ‘Atha’ bin Yazid, dari Humran, ia berkata: aku melihat Utsman bin Affan RA berwudhu. Rasulullah menuangkan air ke kedua tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur dan mengeluarkan air dari hidungnya. Setelah itu Nabi SAW membasuh wajahnya tiga kali, lalu membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali, kemudian tangan kirinya sampai siku tiga kali. Setelah itu Nabi SAW mengusap kepalanya, lalu membasuh kaki kanannya tiga kali dan kaki kirinya tiga kali. Kemudian ia berkata: aku melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhuku ini. Kemudian Nabi bersabda: Barang siapa berwudhu seperti wudhuku ini, lalu melaksanakan salat dua rakaat dan tidak memikirkan sesuatu apa pun dalam hatinya pada kedua rakaat itu, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.(HR. al-Bukhari No: 158)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini merupakan landasan utama dalam memahami tata cara wudu yang sempurna sesuai dengan sunah Rasulullah SAW. Di dalamnya, dijelaskan secara berurutan langkah-langkah fisik wudhu, mulai dari membasuh kedua telapak tangan, berkumur-kumur (madmadah), menghirup dan mengeluarkan udara dari hidung ( istinshaq dan istintsar ), hingga membasuh wajah, tangan sampai siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki hingga mata kaki. Penekanan pada pengulangan sebanyak tiga kali menunjukkan batas optimal dalam membasuh anggota wudhu untuk memastikan kesucian yang menyeluruh tanpa bersifat berlebihan.
Referensi
1. Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , Kitab al-Wudhu, Bab Ghasli al-Rijlayni ila al-Ka'bayni, No.158.

Komentar 0