40 HADIS SYUKUR

DHT

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur

Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur menyajikan kumpulan hadis pilihan mengenai syukur kepada Allah SWT. Aplikasi ini membantu pengguna memahami keutamaan, manfaat, dan cara menerapkan sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.

Tentang Penulis

M. Farhan Maulana

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYUKUR

Penyusun: M. Farhan Maulana

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Memohon Kemudahan Bersyukur kepada Allah SWT

Disusun oleh: M. Farhan Maulana (@Farhan) · Bagian dari 40 HADIS SYUKUR

Hadis

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ دُعَاءٌ حَفِظْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا أَدَعُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي أُعَظِّمُ شُكْرَكَ وَأُكْثِرُ ذِكْرَكَ وَأَتَّبِعُ نَصِيحَتَكَ وَأَحْفَظُ وَصِيَّتَكَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ .(رَوَاهُ التِّرْمِذِيِّ: ٣٥٣٠)[1]

Terjemahan

Hadis ini dari Abu Hurairah, ia berkata: “Aku telah menghafal doa dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tidak akan meninggalkannya, yaitu: ‘Allahummaj’alnii U’addhim Syukraka Wa Uktsir Dzikraka Wa Attabbi’u Nashiihataka Wa Ahfadhu Washiyyataka’ (Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang yang mengagungkan untuk selalu bersyukur kepada-Mu, memperbanyak mengingat-Mu, mengikuti nasehat-Mu dan selalu menjaga wasiat-Mu).” Abu Isa berkata: “Hadits ini derajatnya gharib.” (HR. Tirmidzi 3530).

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan doa yang sangat mulia yang senantiasa diamalkan oleh Abu Hurairah r.a. karena beliau menghafalnya langsung dari Rasulullah SAW. Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kemampuan untuk mengagungkan nikmat-Nya melalui rasa syukur, memperbanyak zikir, mengikuti setiap petunjuk dan nasihat-Nya, serta menjaga segala wasiat yang telah diajarkan dalam syariat Islam. Hal ini menunjukkan bahwa syukur bukan sekadar ucapan, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk ibadah, ketaatan, dan keteguhan menjalankan perintah Allah SWT. Selain itu, hadis ini menegaskan bahwa syukur memiliki hubungan yang erat dengan zikir, ketaatan, dan komitmen dalam memegang ajaran agama. Seseorang yang benar-benar bersyukur akan senantiasa mengingat Allah SWT, menaati segala perintah-Nya, serta berusaha menjaga amanah dan ajaran yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu, doa ini menjadi salah satu bentuk permohonan yang sangat baik untuk diamalkan setiap hari agar Allah SWT membimbing hamba-Nya menjadi pribadi yang bersyukur, taat, dan istiqamah dalam menjalankan syariat-Nya.

Referensi

1. Abū ‘Īsā Muḥammad bin ‘Īsā al-Tirmiżī, Sunan al-Tirmiżī (Beirut: Dār al-Gharb al-Islāmī, 1998), Juz 5, h. 489.

Komentar 0