Hadis tentang Anjuran Bersyukur kepada Allah Setelah Makan dan Minum
Hadis
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنْ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا و حَدَّثَنِيهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ يُوسُفَ الْأَزْرَقُ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ٤٩١٥)[1]
Terjemahan
Hadis dari Anas bin Malik, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka
kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (Alhamdulillah) sesudah makan dan
minum’. Dan Zuhair bin Harb telah menceritakannya kepadaku, Ishaq bin Yusuf Al
Azraq telah menceritakan kepada kami, Zakariya telah menceritakan kepada kami
dengan sanad ini. (HR. Muslim 4915).
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa Allah SWT meridhai hamba-Nya yang senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang dianugerahkan, termasuk nikmat yang tampak sederhana, seperti makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Dengan mengucapkan Alhamdulillah setelah makan dan minum, seorang hamba menunjukkan kesadaran bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT dan tidak ada satu pun yang diperoleh tanpa izin serta karunia nya. Hadis ini juga mengajarkan bahwa rasa syukur tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ucapan, tetapi harus disertai dengan kesadaran hati dan pengakuan terhadap kebesaran Allah SWT. Kebiasaan memuji Allah SWT setelah menikmati rezeki merupakan salah satu bentuk ibadah yang ringan, tetapi memiliki nilai yang besar di sisi-Nya. Oleh karena itu, hadis ini menanamkan kebiasaan bersyukur, menghargai setiap nikmat yang diterima, serta mendorong seorang muslim untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan-amalan yang sederhana, tetapi penuh makna.
Referensi
1.Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 8, h. 22.

Komentar 0