40 HADIS SYUKUR

DHT

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur

Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur menyajikan kumpulan hadis pilihan mengenai syukur kepada Allah SWT. Aplikasi ini membantu pengguna memahami keutamaan, manfaat, dan cara menerapkan sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.

Tentang Penulis

M. Farhan Maulana

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYUKUR

Penyusun: M. Farhan Maulana

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Syukur Nabi atas Terkabulnya Syafaat Sebagai Wujud Penghambaan dan Cinta kepada Umat

Disusun oleh: M. Farhan Maulana (@Farhan) · Bagian dari 40 HADIS SYUKUR

Hadis 

عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَكَّةَ نُرِيدُ الْمَدِينَةَ فَلَمَّا كُنَّا قَرِيبًا مِنْ عَزْوَرَا نَزَلَ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ فَدَعَا اللَّهَ سَاعَةً ثُمَّ خَرَّ سَاجِدًا فَمَكَثَ طَوِيلًا ثُمَّ قَامَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ فَدَعَا اللَّهَ سَاعَةً ثُمَّ خَرَّ سَاجِدًا فَمَكَثَ طَوِيلًا ثُمَّ قَامَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ سَاعَةً ثُمَّ خَرَّ سَاجِدًا ذَكَرَهُ أَحْمَدُ ثَلَاثًا قَالَ إِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي وَشَفَعْتُ لِأُمَّتِي فَأَعْطَانِي ثُلُثَ أُمَّتِي فَخَرَرْتُ سَاجِدًا شُكْرًا لِرَبِّي ثُمَّ رَفَعْتُ رَأْسِي فَسَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي فَأَعْطَانِي ثُلُثَ أُمَّتِي فَخَرَرْتُ سَاجِدًا لِرَبِّي شُكْرًا ثُمَّ رَفَعْتُ رَأْسِي فَسَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي فَأَعْطَانِي الثُّلُثَ الْآخِرَ فَخَرَرْتُ سَاجِدًا لِرَبِّي قَالَ أَبُو دَاوُد أَشْعَثُ بْنُ إِسْحَقَ أَسْقَطَهُ أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حِينَ حَدَّثَنَا بِهِ فَحَدَّثَنِي بِهِ عَنْهُ مُوسَى بْنُ سَهْلٍ الرَّمْلِيُّ. (رَوَاهُ أَبِي دَاوُدَ: ٢٣٩٤)[1]

Terjemahan

Hadis ini dari ‘Amir bin Sa’d dari ayahnya, ia berkata: Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Mekkah menuju Madinah lalu tatkala kami telah mendekati ‘Azwara beliau turun kemudian mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah sesaat lalu beliau bersujud, beliau lama dalam keadaan demikian kemudian bangkit dan mengangkat kedua tangannya lalu berdoa kepada Allah sesaat kemudian beliau bersujud, beliau lama dalam keadaan demikian kemudian bangkit dan mengangkat kedua tangannya lalu berdoa kepada Allah sesaat kemudian beliau bersujud, Ahmad menyebutkan hal tersebut sebanyak tiga kali, beliau berkata: “Aku memohon kepada Tuhanku dan memintakan syafa’at untuk umatku kemudian Allah memberiku sepertiga umatku lalu aku bersujud sebagai rasa syukur kepada Tuhanku, kemudian aku mengangkat kepalaku dan memohonkan untuk umatku kemudian Allah memberiku sepertiga umatku lalu aku bersujud sebagai rasa syukur kepada Tuhanku, kemudian aku mengangkat kepalaku dan memohonkan untuk umatku kemudian Allah memberiku sepertiga yang lainnya lalu aku bersujud untuk Tuhanku.” Abu Daud berkata: Asy’ats bin Ishaq telah digugurkan oleh Ahmad bin Shalih ketika ia menceritakan hadits tersebut, Musa bin Sahl Ar Ramli menceritakan hadits tersebut darinya. (HR. Abu Daud 2394).

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan besarnya kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya. Dalam perjalanan dari Makkah menuju Madinah, beliau berulang kali memanjatkan doa kepada Allah SWT dan memohon syafaat bagi umatnya. Setiap kali Allah SWT mengabulkan permohonan tersebut, Rasulullah SAW segera bersujud sebagai ungkapan rasa syukur kepada-Nya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa keberhasilan dan terkabulnya doa hendaknya disambut dengan kerendahan hati serta pengakuan bahwa semua karunia berasal dari Allah SWT semata. Selain itu, hadis ini menegaskan bahwa sujud syukur merupakan salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan ketika memperoleh nikmat atau kabar gembira. Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa rasa syukur tidak cukup diungkapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dengan amal ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hadis ini juga mengajarkan pentingnya memperbanyak doa bagi diri sendiri dan orang lain, karena doa merupakan salah satu sebab datangnya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan demikian, seorang muslim hendaknya meneladani Rasulullah SAW dengan senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang diterima, memperbanyak doa, serta menjadikan keberhasilan sebagai sarana untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Referensi

1. Abū Dāwūd Sulaimān bin al-Asy‘ats al-Sijistānī, Sunan Abī Dāwūd (Riyadh: Maktabah al-Ma‘ārif, 2003), Juz 2, h. 77.

Komentar 0