Hadis tentang Menuntut Ilmu adalah Amalan Mulia
Hadis
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِى النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم وَالآخَرُ يَحْتَرِفُ فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ «لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ». (رواه الترمذي: ٢٥١٦)[١]
Terjemahan
Hadis dari Anas bin Malik ia berkata: dahulu pada masa Nabi SAW ada dua orang bersaudara. Salah seorang dari keduanya selalu datang menemui Nabi SAW (untuk menuntut ilmu/belajar agama), sedangkan yang satunya lagi bekerja mencari nafkah. Kemudian, saudaranya yang bekerja ini mengadukan (mengeluhkan beban kerja) saudaranya yang belajar tersebut kepada Nabi SAW.Maka Rasulullah SAW bersabda: bisa jadi engkau diberi rezeki (oleh Allah SWT) justru karena sebab saudaramu itu. (HR al-Bukhari: 2516)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa menuntut ilmu memiliki kedudukan yang tinggi dan dapat menjadi sebab datangnya keberkahan, bahkan bagi orang lain di sekitarnya. Seseorang yang belajar agama tidak boleh diremehkan, karena bisa jadi melalui dirinya Allah SWT memberikan rezeki kepada orang lain. Hal ini menegaskan bahwa ilmu membawa manfaat yang luas, sehingga baik yang bekerja maupun yang menuntut ilmu memiliki peran, namun keberadaan orang berilmu menjadi sumber keberkahan dalam kehidupan.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Isma‘il al-Bukhari, al-Jāmi‘ al-Musnad aṣ-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar min Umūr Rasūlillāh wa Sunanihi wa Ayyāmih, (Kairo: Dar al-Hadith), Jilid 9, h. 148.

Komentar 0