Hadis tentang Kesetaraan Menuntut Ilmu dengan Jihad
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ «مَنْ جَاءَ مَسْجِدِى هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ». (رواه ابن ماجه: ٢٣٢)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: siapa yang mendatangi masjidku ini (masjid nabawi), di mana ia tidak mendatanginya kecuali untuk kebaikan yang ingin ia pelajari atau ia ajarkan, maka kedudukannya setara dengan seorang mujahid di jalan Allah SWT. Siapa yang datang untuk tujuan selain itu, maka ia bagaikan seorang lelaki yang hanya sekadar melihat-lihat barang belanjaan (harta) orang lain. (HR Ibnu Majah: 232)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini meluaskan pemahaman tentang esensi jihad dalam islam. Jika biasanya jihad diidentikkan dengan perjuangan fisik di medan perang, Rasulullah SAW secara tegas menyetarakan aktivitas literasi dengan jihad fi sabilillah. Menepis kebodohan, memperbaiki pemahaman agama masyarakat, dan meluangkan waktu belajar membutuhkan konsistensi, kesabaran, serta pengorbanan energi yang tidak kalah besar dari perjuangan fisik.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah al-Qazwini, Sunan Ibnu Majah, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 1, h. 272.

Komentar 0