40 HADIS ILMU

DHT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat datang silahkan telusuri aplikasi ini, semoga bermanfaat dan menambah ilmu.

Foto Serni

Tentang Penulis

Serni

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS ILMU

Penyusun: Serni

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Dunia itu Terlaknat Kecuali Orang Berilmu dan Penuntut Ilmu

Disusun oleh: Serni (@serni25) · Bagian dari 40 HADIS ILMU

Hadis

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ «أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلاَّ ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالاَهُ وَعَالِمًا أَوْمُتَعَلِّمًا». (رواه الترمذي: ٢٤٩٢)[١]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali zikir kepada Allah SWT, dan apa saja yang dicintai-Nya (ketaatan kepada-Nya), orang yang berilmu (pengajar), atau orang yang menuntut ilmu (pengajar). (HR al-Tirmidzi: 2492)

Isi Kandungan Hadis

Ajaran ini menegaskan bahwa kehidupan dunia dan segala isinya tidak memiliki nilai di sisi Allah SWT jika hanya dijadikan tujuan semata dan melalaikan manusia dari akhirat. Dunia disebut terlaknat sebagai peringatan agar manusia tidak terikat berlebihan pada hal-hal yang bersifat sementara. Namun, yang dikecualikan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan zikir kepada Allah SWT, amal ketaatan, serta orang yang berilmu dan penuntut ilmu karena semuanya bernilai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, hadis ini mengajarkan agar manusia mengisi kehidupannya dengan hal-hal yang bermanfaat, memperbanyak dzikir, serta menuntut dan mengamalkan ilmu agar hidupnya bernilai di dunia dan akhirat.

Referensi

  1. Al-Imam Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan al-Jāmi’, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 9, h. 105.


Komentar 0