Hadis tentang Ilmu sebagai Tolak Ukur Kebaikan
Hadis
قَالَ حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ خَطِيبًا يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ «مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ، وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِى، وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِىَ أَمْرُ اللَّهِ». (رواه البخاري: ٧١)[١]
Terjemahan
Humaid bin ‘Abdurrahman berkata: aku mendengar Mu'awiyah bin Abi Sufyan ketika berkhutbah berkata: aku mendengar Nabi SAW bersabda: siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah SWT, maka Allah SWT akan memahamkannya (memberinya ilmu yang mendalam) dalam urusan agama. Sesungguhnya aku hanyalah yang membagikan, sedangkan Allah SWT yang memberi. Dan akan senantiasa ada sekelompok dari umat ini yang tegak di atas perintah Allah SWT, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka, hingga datangnya hari kiamat (keputusan Allah SWT). (HR al-Bukhari: 71)
Isi Kandungan Hadis
Ajaran ini menegaskan bahwa tanda Allah SWT menghendaki kebaikan bagi seseorang adalah diberinya pemahaman dalam agama, karena ilmu yang benar akan membimbingnya dalam beramal dan menjalani kehidupan sesuai petunjuk. Rasulullah SAW menegaskan bahwa ia hanya menyampaikan dan membagikan ilmu, sedangkan Allah SWT yang memberikan pemahaman dan hidayah kepada siapa yang dia kehendaki. Selain itu, hadis ini juga memberikan kabar bahwa akan selalu ada sekelompok umat islam yang tetap teguh di atas kebenaran dan ajaran Allah SWT, yang tidak akan terpengaruh oleh orang-orang yang menentang mereka hingga datang ketetapan Allah SWT. Hal ini mengajarkan pentingnya menuntut ilmu, menjaga keimanan, dan istiqamah di atas kebenaran.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Isma‘il al-Bukhari, al-Jāmi‘ al-Musnad aṣ-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar min Umūr Rasūlillāh wa Sunanihi wa Ayyāmih, (Kairo: Dar al-Hadith), Jilid 1, h. 137.

Komentar 0