Hadis tentang Ilmu sebagai Jalan Pahala atau Dosa
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ «مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا». (رواه مسلم: ٦٩٨٠)
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: siapa mengajak kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun. (HR Muslim: 6980)
Isi Kandungan Hadis
Setiap ajakan yang dilakukan seseorang memiliki dampak besar, baik dalam kebaikan maupun keburukan. Orang yang mengajak kepada petunjuk akan mendapatkan pahala yang terus mengalir dari setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Sebaliknya, orang yang mengajak kepada kesesatan akan menanggung dosa dari orang-orang yang mengikutinya. Hal ini menegaskan pentingnya berhati-hati dalam berbicara dan bertindak, serta mendorong untuk selalu mengajak kepada kebaikan karena dampaknya sangat luas dan berkelanjutan.
Referensi
- Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi an- Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad as-Sahih al-Mukhtasar min as-Sunani bi Naql al-‘Adl ‘an al-‘Adl’an Rasulillah, (Dar al-Fikr, 2006), Jilid 8, h. 62.

Komentar 0