Hadis tentang Iman yang Bersih dari Kezaliman
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ: (الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ)، قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّنَا لَمْ يَظْلِمْ؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ: (إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ).( رواه البخاري:٣٢)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah (bin Mas'ud) RA ia berkata: ketika turun ayat: "orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman" (QS. Al-An'am: 82), para sahabat Rasulullah SAW merasa berat lalu berkata: "siapa di antara kami yang tidak pernah berbuat zalim (pada dirinya sendiri)?" maka Allah menurunkan ayat: sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang besar. (QS. Luqman: 13). (HR al-Bukhari: 32)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menegaskan bahwa kezaliman yang dapat membatalkan keamanan iman seseorang adalah perbuatan syirik (menyekutukan Allah), sebagaimana dijelaskan Allah melalui Surah Luqman ayat 13 untuk meluruskan kekhawatiran para sahabat Nabi yang mengira dosa-dosa kecil dapat menggugurkan iman mereka. Hadis ini menjadi contoh utama metode tafsir Al-Qur'an dengan Al-Qur'an, sekaligus menunjukkan betapa sensitifnya hati para sahabat terhadap dosa. Pada akhirnya, riwayat ini memberikan jaminan keamanan mutlak dari siksa neraka serta petunjuk yang sempurna di dunia dan akhirat bagi siapa saja yang murni menjaga ketauhidannya.
Referensi
- Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min al-Sunani bi Naql al-`Adl `an al-`Adl `an Rasulillah, (Riyadh: Bayt al-Afkar al-Dawliyyah, 1419 H/1998 M), Juz 1, h. 65.

Komentar 0