Hadis tentang Belajar Iman sebelum Mempelajari al-Qur'an
Hadis
عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا). (رواه إبن ماجه:٦٤)[1]
Terjemahan
Hadis dari Jundub bin Abdullah, ia berkata:"ketika kami bersama Nabi SAW, pada saat itu kami merupakan sosok pemuda-pemuda yang kuat. Kami belajar iman sebelum mempelajari al-Qur'an, kemudian kami mempelajari al-Qur'an, maka dengan begitu bertambahlah keimanan kami." (HR Ibn Majah: 64)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menunjukkan pentingnya menanamkan keimanan sebelum memperdalam ilmu lainnya, termasuk mempelajari al-Qur’an. Para sahabat pada masa Nabi Muhammad SAW terlebih dahulu dibina akidah, keyakinan, dan ketakwaannya sehingga memiliki fondasi iman yang kuat. Setelah itu mereka mempelajari al-Qur’an, sehingga setiap ayat yang dipelajari semakin menambah keimanan, pemahaman, dan ketaatan mereka kepada Allah SWT. Hadis ini juga mengajarkan bahwa ilmu yang dipelajari dengan dasar iman yang kokoh akan lebih mudah diamalkan dan memberikan pengaruh positif dalam kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan Islam hendaknya dimulai dengan penguatan akidah dan iman agar ilmu yang diperoleh dapat membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan semakin dekat kepada Allah SWT.
Referensi
- Abu `Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, (Al-Jubail: Dar al-Siddiq & Beirut: Muassasah al-Rayyan, 1431 H/2010 M), Juz 1,h.74.

Komentar 0