Hadis tentang Tangisan Batang Pohon Kurma saat Nabi Berkhutbah
Hadis
أَخْبَرَنِي ابْنُ أَنَسٍ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: كَانَ جِذْعٌ يَقُومُ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمَّا وُضِعَ لَهُ المِنْبَرُ سَمِعْنَا لِلْجِذْعِ مِثْلَ أَصْوَاتِ العِشَارِ، حَتَّى نَزَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهِ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٩١٨)[١]
Terjemahan
Ibnu Anas Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah telah mengabarkan kepadaku bahwa ia mendengar Jabir bin Abdullah berkata: Dahulu ada sebuah batang pohon kurma yang Nabi SAW biasa berdiri menyandar padanya saat berkhutbah. Maka ketika mimbar telah diletakkan untuk ia, kami mendengar dari batang pohon tersebut suara tangisan seperti suara unta yang bunting, hingga Nabi SAW turun lalu meletakkan tangannya di atas batang pohon tersebut untuk menenangkannya. (HR. Bukhari: 918)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menceritakan salah satu mukjizat Rasulullah SAW ketika batang pohon kurma yang biasa beliau jadikan sandaran saat berkhutbah menangis karena ditinggalkan setelah dibuatkan mimbar baru. Para sahabat mendengar suara tangisan tersebut hingga Rasulullah SAW turun dan meletakkan tangannya pada batang kurma itu sehingga tangisannya berhenti. Peristiwa ini menunjukkan kecintaan makhluk kepada Rasulullah SAW serta menjadi salah satu bukti kenabian beliau. Hadis ini juga mengajarkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah sehingga bahkan benda mati pun menunjukkan rasa cinta dan kerinduannya kepada beliau.
Referensi
- Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 1, h. 222.

Komentar 0