Hadis tentang Teguran tidak Mandi Jumat
Hadis
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ عُمَرَ بْنَ الخَطَّابِ بَيْنَمَا هُوَ قَائِمٌ فِي الخُطْبَةِ يَوْمَ الجُمُعَةِ إِذْ دَخَلَ رَجُلٌ مِنَ المُهَاجِرِينَ الأَوَّلِينَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَنَادَاهُ عُمَرُ: أَيَّةُ سَاعَةٍ هَذِهِ؟ قَالَ: إِنِّي شُغِلْتُ فَلَمْ أَنْقَلِبْ إِلَى أَهْلِي حَتَّى سَمِعْتُ التَّأْذِينَ، فَلَمْ أَزِدْ أَنْ تَوَضَّأْتُ. فَقَالَ: وَالوُضُوءَ أَيْضًا؟ وَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِالغُسْلِ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٨٧٨)[١]
Terjemahan
Hadis dari Ibnu Umar RA: Bahwasanya Umar bin Al-Khattab ketika sedang berdiri menyampaikan khutbah pada hari Jumat, tiba-tiba masuklah seorang laki-laki dari kalangan Muhajirin gelombang pertama yaitu Utsman bin Affan yang merupakan sahabat Nabi SAW. Umar pun menegurnya: 'Jam berapa ini?’ Laki-laki itu menjawab: 'Sesungguhnya aku tadi sangat sibuk, sehingga aku tidak sempat pulang ke keluargaku sampai aku mendengar azan, maka aku tidak sempat melakukan apa-apa selain hanya berwudu. 'Umar berkata: 'Hanya wudu saja? Padahal engkau telah mengetahui bahwa Rasulullah SAW dahulu senantiasa memerintahkan untuk mandi. (HR. Bukhari: 878)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menceritakan bagaimana Umar bin Khattab r.a. menegur seorang sahabat yang datang terlambat ke salat Jumat dan hanya sempat berwudu tanpa mandi terlebih dahulu. Teguran tersebut menunjukkan betapa pentingnya mandi Jumat dalam pandangan para sahabat karena mereka memahami bahwa Rasulullah SAW sangat menganjurkannya. Selain mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan diri, hadis ini juga menunjukkan bahwa seorang Muslim hendaknya mempersiapkan diri dengan baik sebelum menghadiri salat Jumat dan tidak datang tergesa-gesa. Dari hadis ini dapat dipahami bahwa para sahabat sangat menjaga sunnah Nabi SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
- Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 1, h. 213.

Komentar 0