40 HADIS HARI JUMAT

DHT

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Hari Jumat, silakan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat.

Foto Bobi

Tentang Penulis

Bobi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HARI JUMAT

Penyusun: Bobi

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Pahala Mendengarkan Khutbah

Disusun oleh: Bobi (@Bobi) · Bagian dari 40 HADIS HARI JUMAT

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ، فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ؛ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ، وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا) (رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ: ١٠٥٢)[١]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang berwudu lalu memperbagus wudunya, kemudian ia mendatangi salat Jumat, lalu mendengarkan dan diam (memperhatikan khutbah), maka akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu dengan Jumat berikutnya dan ditambah tiga hari lagi. Dan barangsiapa yang memegang/memainkan batu kerikil, maka ia telah berbuat sia-sia. (HR. Abu Daud: 1052)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa orang yang berwudu dengan baik, kemudian menghadiri salat Jumat dan mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian serta tidak melakukan hal-hal yang mengganggu, akan memperoleh ampunan dosa dari Jumat sebelumnya hingga Jumat berikutnya ditambah tiga hari. Sebaliknya, orang yang bermain-main atau melakukan hal yang tidak perlu ketika khutbah berlangsung dianggap telah melakukan perbuatan sia-sia yang mengurangi kesempurnaan ibadahnya. Hadis ini mengajarkan bahwa khutbah Jumat bukan sekadar formalitas sebelum salat, melainkan bagian penting dari ibadah yang harus disimak dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, jamaah dituntut menjaga adab dan konsentrasi selama khutbah berlangsung.

Referensi

  1. Abu Dawud Sulaiman bin al-'Asy’ats al-Sijistaniy al-Azdiy, Sunan Abi Dawud, (Beirut: Dar Ibnu Hazam, 1997), no. 1052.

Komentar 0