40 HADIS SAINS

DHT

أهــــلًا وسهــــلًا

Ketika banyak orang menaruh perhatian besar pada sains dan teknologi, dialog yang menghubungkan keimanan dengan pengetahuan dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memahami ajaran Islam secara rasional sekaligus spiritual. Aplikasi ini yang diberi dengan nama "40 Hadis Sains" mengulas berbagai hadis Nabi ﷺ tentang fenomena alam, fenomena biologis, kesehatan, dan lainnya yang menghubungkan dengan temuan ilmiah modern. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak keluasan ilmu Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW. Cocok bagi siapa saja yang ingin memperkuat keimanan sekaligus mengasah cara berpikir kritis dan ilmiah.

Foto Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Zayid Abdurrahman

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SAINS

Penyusun: Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Faktor Makan Berlebihan

Disusun oleh: Zayid Abdurrahman (@zayieed) · Bagian dari 40 HADIS SAINS

Teks Hadis

 عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ ».(الترمذي: ٢٥٥٤)

Terjemah Hadis

Hadis dari Miqdam bin Ma'dikarib, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:  'Tidak ada wadah yang diisi oleh manusia yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan yang dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan kekuatan).  Namun jika ia tidak pasti (ingin makan lebih), maka hendaklah sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.'" 

Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan prinsip hidup sederhana dalam makan serta pentingnya menjaga kesehatan melalui pola konsumsi yang seimbang. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa perut merupakan wadah yang paling buruk apabila diisi secara berlebihan. Karena itu, beliau menganjurkan agar seseorang makan sekadar memenuhi kebutuhan tubuh. Jika ingin makan lebih banyak, maka hendaknya membagi kapasitas perut menjadi sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara. Hadis ini menekankan pentingnya menghindari sikap berlebihan (israf) karena makan secukupnya lebih bermanfaat bagi kesehatan, ibadah, dan kejernihan akal. Dengan demikian, menjaga pola makan merupakan bagian dari upaya seorang muslim dalam memelihara nikmat kesehatan yang diberikan Allah SWT.

Dari perspektif sains, anjuran ini sejalan dengan prinsip gizi modern yang menganjurkan pengendalian porsi makan untuk menjaga kesehatan metabolisme. Makan secara berlebihan diketahui meningkatkan risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, dan berbagai gangguan metabolik lainnya. Sebaliknya, makan dalam jumlah yang cukup membantu menjaga berat badan ideal, memperbaiki proses pencernaan, dan mengurangi beban kerja organ tubuh.  World Health Organization juga menegaskan bahwa pola makan sehat dengan porsi yang seimbang merupakan salah satu langkah utama dalam mencegah penyakit tidak menular. Oleh karena itu, hadis ini menunjukkan keselarasan antara tuntunan Islam dan ilmu kesehatan modern dalam mendorong pola makan yang moderat demi menjaga kesehatan fisik dan kualitas hidup manusia.


Harvard T.H. Chan School of Public Health, The Nutrition Source: Healthy Eating Plate, pembahasan mengenai pengaturan porsi makan dan pencegahan penyakit metabolik.

Komentar 0