Hadis tentang Pelipatan Langit
Hadis
Terjemah Hadis
Abdullah bin Umar, telah mengabarkan kepada kami, ia berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda: "Allah Azza wa Jalla akan melipat langit pada hari kiamat,
kemudian Dia mengambilnya dengan tangan kanan-Nya, lalu berfirman, Akulah Sang
Raja, di manakah orang-orang yang berlaku sewenang-wenang? Di manakah orang-orang yang sombong? Kemudian Dia melipat bumi
dengan tangan kiri-Nya, lalu berfirman, Akulah Sang Raja, di manakah
orang-orang yang berlaku sewenang-wenang? Di manakah orang-orang yang
sombong?
Kandungan Hadis
Al-Qur'an telah lama menyinggung peristiwa
kosmologis besar, salah satunya penggulungan langit pada hari kiamat,
sebagaimana tercantum dalam QS. Az-Zumar (39): 67 dan QS. Al-Anbiya' (21): 104. Ayat-ayat ini berbicara tentang bagaimana langit akan
"digulung" layaknya lembaran kertas, sebuah gambaran yang selama
berabad-abad hanya dipahami secara keimanan semata, hingga sains modern mulai
membuka tabirnya.
Pada awal abad ke-20, para astronom menemukan
bahwa alam semesta terus mengembang galaksi-galaksi saling menjauh dengan
kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Penemuan ini kemudian melahirkan teori Big Bang, yang menyatakan bahwa semesta
bermula dari satu titik kecil yang meledak. Hal ini selaras dengan firman Allah
dalam QS. Al-Anbiya' (21): 30, yang menyebut langit dan bumi semula adalah satu
kesatuan yang kemudian dipisahkan.
Perdebatan selanjutnya muncul: apakah
pengembangan semesta ini akan berlangsung selamanya, atau suatu saat akan
berbalik dan "terlipat" kembali? Ilmuwan menyebut kemungkinan kedua
ini sebagai Big Crunch atau "pelumatan besar." Menariknya, Al-Qur'an dalam QS. Al-Anbiya (21): 104 secara tegas memastikan
bahwa langit memang akan digulung dan penciptaan akan diulang kembali sebuah
isyarat yang baru bisa dikonseptualisasikan sains pada pertengahan abad ke-20.
Fakta bahwa Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW telah membicarakan hal ini 1.400 tahun lalu menjadi bukti nyata kebenaran wahyu Ilahi. Seorang Nabi yang hidup di tengah masyarakat yang belum mengenal sains tidak mungkin berbicara tentang penggulungan langit tanpa bimbingan dari Sang Pencipta. Inilah mengapa isyarat-isyarat kosmologis dalam Al-Qur'an dan hadis menjadi salah satu pendekatan dakwah yang paling relevan dan kuat di era ilmu pengetahuan modern saat ini.

Komentar 0