Hadis tentang Penciptaan Adam
Teks Hadis
Terjemah Hadis
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW bersabda: "Allah
menciptakan Adam dalam bentuk-Nya, tingginya enam puluh hasta. Setelah
menciptakannya, Allah berfirman: 'Pergilah dan ucapkanlah salam kepada
sekelompok malaikat yang sedang duduk itu, dan dengarkanlah bagaimana mereka
menjawab salammu, karena itulah salam bagimu dan keturunanmu.' Maka Adam
mengucapkan: 'Assalamu 'alaikum' (keselamatan atas kalian). Mereka
menjawab: 'Assalamu 'alaika wa rahmatullah' (keselamatan dan
rahmat Allah atasmu). Mereka menambahkan kalimat 'wa rahmatullah'.
Maka setiap orang yang masuk surga akan memiliki rupa seperti Adam, dan ciptaan
manusia senantiasa berkurang (tingginya) setelah itu hingga sekarang."
Kandungan Hadis
Hadis tentang penciptaan Nabi
Adam a.s. menegaskan bahwa manusia merupakan makhluk yang diciptakan Allah
dengan kemuliaan dan keistimewaan tersendiri. Dalam perspektif Islam,
penciptaan manusia bukanlah hasil kebetulan, melainkan bagian dari kehendak dan
ketetapan Allah sebagai Pencipta seluruh alam semesta.
Perkembangan ilmu pengetahuan
telah melahirkan berbagai teori mengenai asal-usul kehidupan dan manusia,
termasuk teori evolusi biologis. Teori tersebut berupaya menjelaskan perubahan
makhluk hidup berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh melalui penelitian
genetika, anatomi, paleontologi, dan bidang ilmu lainnya. Sementara itu, ajaran
Islam menjelaskan bahwa Nabi Adam a.s. adalah manusia pertama yang diciptakan
Allah secara khusus. Perbedaan antara penjelasan ilmiah dan keyakinan teologis
menjadi bagian dari diskusi yang terus berlangsung hingga kini.
Al-Qur'an berulang kali
menegaskan bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan bahwa penciptaan
manusia berlangsung sesuai kehendak-Nya. Hadis tentang Nabi Adam memperkuat
keyakinan tersebut sekaligus menunjukkan kedudukan manusia sebagai makhluk yang
dimuliakan Allah.
Kajian biologi modern juga menunjukkan bahwa kehidupan tersusun atas sistem yang sangat kompleks. Tubuh manusia terdiri atas triliunan sel yang bekerja secara terkoordinasi membentuk jaringan, organ, dan berbagai sistem tubuh. Setiap sel memiliki fungsi tertentu sehingga seluruh tubuh dapat menjalankan aktivitas secara harmonis.[1]
Di dalam inti sebagian besar sel
manusia terdapat 46 kromosom yang tersusun dalam 23 pasang. Kromosom membawa
materi genetik berupa DNA yang menyimpan informasi mengenai pertumbuhan,
perkembangan, dan berbagai karakter biologis manusia. Informasi genetik
tersebut tersusun dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi sehingga
menjadi salah satu objek kajian utama dalam ilmu genetika modern.[2]
Selain menunjukkan kesamaan
biologis antarumat manusia, penelitian genetika juga membuktikan bahwa setiap
individu memiliki susunan DNA yang unik, kecuali pada kasus tertentu seperti
kembar identik. Keunikan inilah yang memungkinkan identifikasi setiap manusia
melalui analisis genetik.[4]
Hadis Nabi juga menyebutkan bahwa
tinggi badan Nabi Adam a.s. mencapai enam puluh hasta dan bahwa ukuran tubuh
manusia terus berkurang dibandingkan generasi awal. Dalam tradisi Islam,
informasi ini dipahami sebagai bagian dari perkara gaib yang bersumber dari
wahyu. Adapun ilmu pengetahuan modern belum memiliki bukti empiris yang dapat
mengonfirmasi ataupun menolak informasi tersebut secara langsung.
Bagi kaum muslimin, hadis tentang penciptaan Adam menjadi pengingat bahwa manusia diciptakan dengan penuh hikmah dan tujuan. Semakin berkembang ilmu pengetahuan dalam mengungkap kompleksitas tubuh manusia, semakin besar pula kesempatan untuk merenungkan kebesaran Allah sebagai Sang Pencipta.
Al-Qur'an menegaskan bahwa Nabi
Muhammad saw. tidak berbicara menurut hawa nafsunya, melainkan berdasarkan
wahyu yang Allah turunkan.
"Dan tidaklah yang
diucapkannya itu menurut keinginannya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu
yang diwahyukan." (QS. An-Najm [53]: 3–4).
Semoga shalawat, salam, dan keberkahan senantiasa tercurah
kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikut
beliau hingga hari kiamat. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
[1] Bruce Alberts, Alexander Johnson, Julian Lewis, Martin Raff, Keith
Roberts, dan Peter Walter, Molecular Biology of the Cell, 7th ed. (New
York: W. W. Norton & Company, 2022).
[2] Lisa A. Urry, Peter V. Minorsky, Kerry L. Hull, dan Rebecca B. Orr,
Campbell Biology, 13th ed. (Hoboken, NJ: Pearson Education, 2025).

Komentar 0