40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

DHT

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Datang Para Pencari Kebenaran dan Ketenangan. Ketika kata-kata tak lagi mampu mewakili perasaan, biarkan doa yang berbicara, temukan doa terbaik yang diajarkan Rasulullah SAW untuk Kehidupan Sehari-Hari: 40 Hadis Tematik.

Foto Agus Salim Batubara

Tentang Penulis

Agus Salim Batubara

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

Penyusun: Agus Salim Batubara

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Do’a Keburukan

Disusun oleh: Agus Salim Batubara (@BgBatubara) · Bagian dari 40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

Hadis

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى خَدَمِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لَا تُوَافِقُوا مِنْ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى سَاعَةَ نَيْلٍ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ.(رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ: ١٥٣٤) 

Terjemahan

Hadis ari Jabir bin Abdullah bahwa ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda agar kalian tidak mendoakan keburukan atas diri kalian, tidak mendoakan keburukan bagi anak-anak kalian, tidak mendoakan keburukan atas pembantu kalian, dan tidak mendoakan keburukan atas harta kalian karena bisa jadi doa itu bertepatan  dengan waktu dikabulkannya permohonan sehingga Allah mengabulkan doa kalian. (HR Abu Daud: 1534).[1]

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan larangan Rasulullah SAW untuk mendoakan keburukan terhadap diri sendiri, anak-anak, pembantu, maupun harta, karena doa tersebut bisa saja bertepatan dengan waktu mustajab sehingga Allah mengabulkannya. Kandungan hadis ini menegaskan pentingnya menjaga lisan dan emosi dalam berdoa, serta mengajarkan agar seorang Muslim selalu mengucapkan doa yang baik dan bermanfaat, karena doa adalah senjata yang sangat kuat dan dapat berdampak nyata, sehingga seharusnya digunakan untuk kebaikan, bukan untuk merugikan diri sendiri atau orang lain.

Referensi

  1. Ibdi, juz 4, hal. 270, Kitab As-Sunnah, Bab Tahrimi Ad-Du'a 'ala Al-Ahli wa Al-Mal, No. 1534 . 

Komentar 0