Hadis tentang Jihad dan Berakhirnya Hijrah dalam Perspektif Hadis
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَاقِدٍ السَّعْدِىِّ قَالَ وَفَدْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى وَفْدٍ كُلُّنَا يَطْلُبُ حَاجَةً وَكُنْتُ آخِرَهُمْ دُخُولاً عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى تَرَكْتُ مَنْ خَلْفِى وَهُمْ يَزْعُمُونَ أَنَّ الْهِجْرَةَ قَدِ انْقَطَعَتْ. قَالَ لاَ تَنْقَطِعُ الْهِجْرَةُ مَا قُوتِلَ الْكُفَّارُ (راواه النسائي ٤١٨٩)[١]
Terjemahan
Hadis dari ‘Abdullah bin Waqid As-Sa‘di RA ia berkata: aku datang (sebagai utusan) kepada
Rasulullah SAW bersama suatu rombongan, dan kami semua memiliki keperluan. Aku adalah orang
terakhir yang masuk menemui Rasulullah SAW. Maka aku berkata: “wahai Rasulullah, sesungguhnya
aku meninggalkan orang-orang di belakangku, dan mereka mengira bahwa hijrah telah terputus.” Rasulullah bersabda:
“hijrah tidak akan terputus selama masih ada peperangan melawan orang-orang kafir.” (HR. al-Nasa’i: 4189)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menunjukkan bahwa makna hijrah tidak hanya berpindah tempat,
tetapi juga meninggalkan keburukan menuju kebaikan. Selama masih ada perjuangan menegakkan
agama dan melawan kemungkaran, semangat hijrah tetap berlaku. Seorang Muslim harus terus
memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaannya.
Referensi
- Al-Nasā’ī, Aḥmad ibn Syu‘aib. Sunan al-Nasā’ī. Kitab al-Bay‘ah, Bab “Lā Tanqaṭi‘ al-Hijrah Mā Qūtila al-Kuffār”, hadis no. 4189.

Komentar 0