40 HADIS JIHAD

DHT

Selamat Datang

Setiap hadis adalah untaian hikmah, setiap ilmu adalah cahaya. Aplikasi Hadis hadir untuk membantu Anda menjelajahi pesan-pesan mulia Rasulullah SAWdengan mudah dan penuh makna.

Foto Hamdan_syahputra

Tentang Penulis

Hamdan_syahputra

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS JIHAD

Penyusun: Hamdan_syahputra

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Jihad dan Menjaga hubungan Sosial ( Tetangga)

Disusun oleh: Hamdan_syahputra (@Hamdan_syahputra) · Bagian dari 40 HADIS JIHAD

Hadis

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِى جَارَهُ (راواه البخاري٥١٨٥)[١]

Terjemahan

"Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW beliau bersabda: 'Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya.'"(HR.al- Bukhari: 5185)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan bagian dari kesempurnaan iman seseorang. Rasulullah SAW mengaitkan keimanan kepada Allah dan hari akhir dengan perilaku terhadap sesama, khususnya tetangga. Hal ini menunjukkan bahwa keimanan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah kepada Allah, tetapi juga dalam akhlak dan hubungan sosial. Hadis ini juga mengajarkan bahwa seorang muslim dilarang menyakiti tetangganya, baik dengan perkataan, perbuatan, maupun sikap yang dapat menimbulkan gangguan atau ketidak nyamanan. Menyakiti tetangga dapat berupa mengganggu ketenangan, berkata kasar, mengambil hak orang lain, atau melakukan tindakan yang merugikan mereka. itu, hadis ini menunjukkan pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan Selain bermasyarakat. Dengan saling menghormati dan menjaga hak tetangga, akan tercipta lingkungan yang damai, aman, dan penuh persaudaraan. Oleh karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya berbuat baik kepada tetangga sebagai bagian dari akhlak mulia.

Referensi

  1. Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Juz 8, Kitab al-Adab, No. 5185, hlm. 25.

Komentar 0